Kamis, 11 Juni 2026

Dehidrasi Ringan Didominasi Remaja

Dehidrasi Ringan Didominasi Remaja

Tayang: | Diperbarui:
JAKARTA, BANGKAPOS.com-- - Studi The Indonesian Hydration Study (THIRST)  menemukan kejadian dehidrasi ringan pada remaja lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Adapun kejadian dehidrasi ringan pada dataran rendah yang panas lebih tinggi dibandingkan di dataran tinggi yang sejuk. "Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa faktor terjadinya dehidrasi ringan tersebut adalah ketidaktahuan dan kesulitan akses secara fisik dan ekonomi memperoleh air putih,"  ungkap pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor,  Prof.Ir.H.Hardinsyah, MS kepada wartawan belum lama ini. Penelitian ini melalui pemeriksaan urin secara laboratorium terhadap 1.200 sampel di wilayah Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makasar dan Malinok . Dari hasil studi itu juga diketahui  enam dari setiap 10  responden (sekitar 60 persen) tidak mengetahui bahwa diperlukan minum yang lebih banyak bagi ibu hamil dan menyusui serta bagi orang yang berada dalam lingkungan dingin. Bagi tubuh,  air berfungsi sebagai proses metabolisme mempertahankan suhu tubuh, pembentuk utama sel jaringan dan organ dalam tubuh. "Kekurangan cairan tubuh ringan saja dapat mengganggu kesehatan. Tanpa air dalam tubuh semua proses metabolisme mengalami gangguan," ungkapnya. Berbagai penelitian bahwa kekurangan air tubuh sekitar 1 persen  berat badan (setara 2 gelas) bagi remaja dan orang dewasa menimbulkan gangguan mood dan gejala awal kekurangan air tubuh (bibir kering, sakit kepala, warna urine kuning, suhu tubuh meningkat). Bila hal ini berlanjut, maka akan menurunkan konsentrasi belajar atau berpikir, menurunkan stamina dan gangguan kesehatan lainnya. (tribunnews.com/sutriyanto)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved