Empat puluh hari setelah melahirkan, saya disuntik KB tiga bulanan. Seingat saya, bulan Oktober dan November saya masih dapat haid walau keluarnya sedikit-sedikit. Setelah itu saya belum dapat haid hingga saat ini. Saya sudah coba melakukan tes kehamilan dengan test pack dua kali sekitar awal Januari 2005, di minggu pertama dan kedua tapi hasilnya selalu negatif. Perlu dokter ketahui, sampai saat ini saya masih menyusui dan belum melakukan suntik KB lagi (lebih dari 3 bulan).
Yang ingin saya tanyakan, apakah tidak haid ini menandakan kalau saya sedang hamil? Jika ya, kenapa test pack tidak menunjukkan positif? Masih mungkinkah saya mencegah kehamilan ini (bukan aborsi) mengingat bayi saya masih berusia 5 bulan? Bila boleh bagaimana caranya? Terima kasih atas jawabannya.
Maya - Jakarta
Pemberian ASI saja (ASI eksklusif) bisa menjadi metode kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan dan menunda kembalinya kesuburan. Metode ini hanya efektif bila Ibu tidak memberikan makanan lain kepada bayi Ibu selain ASI. Bila sudah dicampur makanan lain, maka metode KB dengan menyusui tidak efektif lagi.
KB suntik tiga bulanan mengandung DMPA yang akan
menekan pulihnya kesuburan sekaligus menekan pertumbuhan selaput lendir
rahim sehingga tidak terjadi menstruasi dan kehamilan. Akibatnya tes
kehamilan yang Ibu lakukan akan memberikan hasil negatif. Bila Ibu
memang ingin melakukan KB, maka metode suntik tersebut masih dapat
dilanjutkan karena aman bagi Ibu menyusui. Bila ingin ganti metode lain,
pilihan spiral atau KB susuk bisa saja dilakukan. Namun, Ibu harus
berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan untuk memastikan tidak ada
kelainan dalam organ kandungan Ibu atau ada penyakit lain yang tidak
membolehkan Ibu memakai salah satu metode kontrasepsi. Terima kasih atas
pertanyaannya. (tabloidnova.com)
