BangkaPos/

Bupati Beltim Tertarik Aplikasi SIMPedes Desa Lenggang

Penggunaan program aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Desa (SIMPedes) oleh Pemerintah Desa Lenggang Kecamatan Gantung...

Bupati Beltim Tertarik Aplikasi SIMPedes Desa Lenggang
bangkapos.com/rusmiadi
Kepala Desa Lenggang Fakhrur Rizal sedang mempresentasikan program aplikasi SIMPedes Desa Lenggang dihadapan Bupati Beltim Basuri T Purnama.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusmiadi

GANTUNG, BANGKAPOS.com -- Penggunaan program aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pemerintahan Desa (SIMPedes) oleh Pemerintah Desa Lenggang Kecamatan Gantung, dalam mendukung kelancaran tugas administrasi perkantoran sehari-hari, serta pelayanan kepada masyarakat, mengundang perhatian Bupati Beltim Basuri T Purnama.

Pada saat Kepala Desa Lenggang Fakhrur Rizal mempresentasikan program aplikasi SIMPedes Desa Lenggang, di hadapan bupati, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Fachrurrozi, Kabag Humas Setda Kabupaten Beltim Wahyu, serta perangkat desa dan BPD Desa Lenggang, di Kantor Desa Lenggang, Kamis (14/4/2011).

"Harusnya pemerintah daerah yang bikin aplikasi seperti ini, ada SKPD-nya, kecamatan, baru desanya. Tapi ini sudah bagus apa yang dilakukan Desa Lenggang ini, kita sangat apresiasi sekali hal ini, tinggal penambahan-penambahan dari aplikasi ini, supaya lebih baik lagi," ungkap Basuri.

Ia mengharapkan program aplikasi SIMPedes Desa Lenggang ini dapat dipersentasikan lagi oleh kepala desa, dengan mengundang setiap SKPD, camat maupun desa lainnya. Supaya mereka dapat memahaminya, terhadap pemanfaatan kemajuan teknologi, untuk mendukung dan membatu kelancaran tugas pemerintahan di daerah maupun desa.

"Kalau memungkinkan tahun 2011 ini 39 desa sudah menggunakan aplikasi seperi Desa Lenggang ini. Tinggal nanti diatur untuk penganggarannya bagaimana," jelasnya kepada bangkapos.com, Kamis (14/4/2011).

Kepala Desa Lenggang, Fakhrur Rizal mengatakan dengan penggunaan aplikasi ini, data kependudukan dapat tersajikan secara up to date, terhindar dari tumpang tindih data kependudukan, lahan serta pelaporan terhadap keuangan di bendahara desa lebih mudah terpantau dan tergambar arus dananya.


Penulis: rusmiadi
Editor: rusaidah
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help