Ada Lima Kali Kremasi di Babel
Pemimpin Ritual Pemakaman Tradisi Tionghoa Sin Shei Mau San mengatakan di Babel sendiri proses kremasi hanya dilakukan...
PANGKALPINANG, BANGKAPOS.com -- Pemimpin Ritual Pemakaman Tradisi
Tionghoa Sin Shei Mau San mengatakan di Babel sendiri proses kremasi hanya
dilakukan sebanyak 4-5 kali dari tahun 1960-an. Kebanyakan
keluarga yang ditinggalkan tidak tega melihat jenazah dibakar sehingga memilih untuk melakukan pemakaman biasa.
Sementara itu menurut Pengurus Vihara Kumala Bodhi Hengkie mengatakan
secara Budhis dikenal ada lima unsur dalam kehidupan manusia yakni api,
air, kayu, tanah dan udara. Dengan dilakukan kremasi jenazah
yang bersangkutan akan lebih mudah dalam menuju kehidupan selanjutnya.
Bila dilakukan pemakaman biasa, jenazah harus melewati beberapa tahapan terlebih dahulu untuk meuju kehidupan selanjutnya.
"Tapi kita tidak memaksakan, kita hanya memberi pengertian. Sehingga
nanti mereka punya pemikiran sendiri untuk memutuskan apakah mau
dikremasi atau makam biasa," kata Hengkie kepada bangkapos.com, Sabtu (23/4/2011).