Ini Dia Variasi Kerajinan Buah Bulin
Pohon bulin atau ulin atau disebut juga kayu besi cukup terkenal karena sering digunakan sebagai bahan bangunan...
BANGKAPOS.COM , BELITUNG -- Pohon bulin atau ulin atau disebut juga kayu besi cukup terkenal karena sering digunakan sebagai bahan bangunan seperti konstruksi rumah, jembatan dan perkapalan. Namun siapa sangka buah dari pohon yang bernama latin Eusideroxylon zwageri ini juga bisa dimanfaatkan untuk bahan kerajinan tangan.
Kerajinan buah bulin itu dikembangkan oleh pemuda Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung yang tergabung dalam organisasi Aik Selumar (Arsel) Community. Mereka mengembangkan buah bulin menjadi berbagai bentuk kerajinan tangan.
Diantara berbentuk sepeda ontel mini, asbak, tempat pena, gantungan kunci, miniatur kapal Dewa Ruci, dan miniatur hewan seperti kodok, ayam, dan ular. Kerajinan itu dibuat secara manual dengan menggunakan pisau ukir. Sedangkan sentuhan akhirnya diberikan polesan cat dengan menggunakan kuas.
Harga kerajinan buah bulin bervariasi mulai dari Rp 5 ribu-250 ribu per
buah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya.
"Kami pernah ikut pameran kerajinan di Bali dan Jogja, ternyata dari
sekian banyak pengrajin dari seluruh Indonesia, hanya kita yang
mengembangkan kerajinan buah bulin, ada yang dari kalimantan tapi itu
pohon bulin yang sudah jadi batu dan digunakan sebagai mata cincin,"
ungkap Adong ketua Arsel Community kepada bangkapos.com, Selasa
(24/05/2011) sore.