Kerajinan Buah Bulin Diminati Kementerian Kehutanan
Bangkapos.com - Selasa, 24 Mei 2011 17:19 WIB

bangkapos.com/wahyu k
Adong menunjukkan kerajinan buah bulin berbentuk sepeda ontel bulan November 2010 lalu di Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.
Berita Terkait
- Christian Sugiono Bugar dengan Buah Apel
- Bus Transjakarta Ludes Terbakar
- Nur Handiyah Sulap Kulit Kerang Jadi Barang Berharga
- BKP Jual Sayuran Segar Petani Setiap Jumat
- Pan Budi: Jangan Remehkan Kandungan Nutrisi Buah Lokal
- Pria Ini Mengubah Limbah Logam Jadi Bernilai Tinggi
- Komunitas Perempuan Desa Kurau Tampilkan Karya di…
- Ini Penjelasan Mengapa Rajin Makan Pisang Bisa Cegah…
- Buah-Buahan Pembersih Pembuluh Darah
- Pisang Unik Berbuah di Tengah Batang
Laporan Wartawan Bangka Pos, Wahyu K
BANGKAPOS.COM , BELITUNG -- Kerajinan buah pohon bulin dari anak-anak Aik Selumar (Arsel) Community, Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung diminati oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Namun sayang, karena terkendala peralatan permintaan Kemenhut untuk mendapatkan kerajinan itu belum bisa dipenuhi oleh anak-anak Arsel Community.
Hal itu diungkapkan oleh ketua Arsel Community, Adi alias Adong. Ia mengatakan Kemenhut memesan setidaknya puluhan kerajinan dengan berbagai bentuk untuk untuk dijadikan sampel.
"Sudah dua bulan ini kita belum bisa buat karena terkendala pisau ukir, padahal orang dari Kementrian Kehutanan sudah datang langsung, pesan sama kami," ujar Adong kepada bangkapos.com, Selasa (24/05/2011) sore.
BANGKAPOS.COM , BELITUNG -- Kerajinan buah pohon bulin dari anak-anak Aik Selumar (Arsel) Community, Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung diminati oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Namun sayang, karena terkendala peralatan permintaan Kemenhut untuk mendapatkan kerajinan itu belum bisa dipenuhi oleh anak-anak Arsel Community.
Hal itu diungkapkan oleh ketua Arsel Community, Adi alias Adong. Ia mengatakan Kemenhut memesan setidaknya puluhan kerajinan dengan berbagai bentuk untuk untuk dijadikan sampel.
"Sudah dua bulan ini kita belum bisa buat karena terkendala pisau ukir, padahal orang dari Kementrian Kehutanan sudah datang langsung, pesan sama kami," ujar Adong kepada bangkapos.com, Selasa (24/05/2011) sore.
Penulis : wahyu
Editor : rusaidah
Sumber : Pos Belitung
