• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Bangka Pos
Home » Kolom » Opini

Kelas Ibu Hamil

Jumat, 3 Juni 2011 13:51 WIB
Oleh: Yulia
Bidan di Poskesdes Mangka Puskesmas Bakam

KEHAMILAN
merupakan fase yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kehamilan adalah suatu kondisi perubahan fisik ibu maupun perubahan sosial dalam keluarga. Dalam hal ini keluarga terutama suami akan menghadapi suatu tugas yang baru dalam memberikan dukungan pada ibu untuk menyambut anggota keluarga baru. Seorang wanita hamil akan mengalami perubahan seluruh sistem tubuh yang cukup mendasar baik itu perubahan fisik maupun psikologi. Jika kehamilan ibu sehat maka akan melahirkan bayi yang sehat pula.

Hasil survai menunjukkan kematian ibu yang terbanyak adalah saat persalinan. Hal ini disebabkan beberapa faktor penyebab, baik langsung maupun tidak langsung. Penyebab langsung adalah pendarahan, infeksi dan eklamsi (kejang saat hamil dan bersalin). Sedangkan penyebab tidak langsung adalah tingkat pendidikan yang kurang, sosial ekonomi, rendahnya peranan perempuan (ibu hamil), dan sosial budaya.  Kejadian kematian ibu juga dipengaruhi oleh tiga terlambat dan empat terlalu.

Tiga terlambat  yang pertama; terlambat mendeteksi atau mengetahui tanda bahaya,terlambat kedua terlambat merujuk dikarenakan belum ada keputusan dari keluarga,  terlambat sampai ke tempat rujukan dikarenakan akses jalan yang belum memadai dan terlambat yang terakhir adalah terlambat mendapatkan pertolongan di tempat rujukan yang dikarenakan lamanya ibu di jalan menuju fasilitas rujukan.

Sedangkan empat terlalu adalah; terlalu muda untuk hamil sehingga alat reproduksi seorang wanita belum siap atau belum matang untuk hamil, terlalu yang kedua yaitu terlalu tua untuk hamil yang menyebabkan resiko terjadinya penyulit dalam kehamilan dan persalinan, terlalu yang ketiga adalah terlalu banyak atau terlalu sering hamil dan melahirkan menyebabkan penyulit dikarenakan reproduksi ibu belum sehat untuk hamil sedangkan terlalu yang keempat adalah terlalu rapat jarak anak pertama, kedua dan seterusnya.

Kelas Ibu Hamil

Dilihat dari permasalahan diatas kementerian kesehatan membentuk program yang dinamakan Kelas Ibu Hamil. Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka kelompok sesama ibu hamil dengan melibatkan suami dalam kelompok tersebut.

Hasil yang diharapkan dalam kelas ibu hamil adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, perencanaan persalinan yang akan di pilih oleh ibu hamil dan pencegahan komplikasi (penyulit) persalinan, dengan memberikan pengetahuan kepada ibu dan suami menilai secara awal tanda-tanda bahaya dan penyulit dalam kehamilan, persalinan dan nifas. 

Perawatan selama nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos-mitos yang salah diyakini oleh ibu hamil mengenai kehamilan, persalinan, nifas, penyakit menular yang dapat membahayakan ibu maupun janin dalam kandungan dan pentingnya akte kelahiran.

Kelas ibu hamil dilakukan dalam tiga kali pertemuan yang dimulai sejak kehamilan lima bulan dan pertemuan terakhir pada usia kehamilan  delapan bulan. Setelah pembelajaran kelas ibu hamil  secara kelompok diakhiri dengan dilakukannya senam ibu hamil untuk mengurangi ketidaknyamanan saat hamil.

Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil biasanya sakit pinggang, kesemutan, kram pada kaki, dan bengkak pada kaki. Senam hamil juga melatih  bagaimana pernapasan yang baik untuk ibu dalam mempersiapkan persalinan nantinya. Senam untuk melatih pernapasan ini mulai diajarkan pada usia kehamilan delapan bulan atau saat pertemuan ke tiga.

Diharapkan Senam hamil ini dilakukan setiap hari dirumah selama 5-10 menit. Senam hamil boleh dilakukan setelah kehamilan lima bulan ke atas, dikarenakan pada usia kehamilan tersebut kondisi fisik ibu hamil sudah baik maupun keadaan janin dalam kandungan sudah terbentuk sempurna. Yang menjadi perhatian bagi ibu hamil adalah senam ibu hamil hanya boleh dilakukan bagi ibu hamil dalam keadaan sehat, tidak sedang mengalami perdarahan, kelainan letak janin, tekanan darah tinggi dan sakit kepala.

Studi Kasus di Bakam

Di Kecamatan Bakam Desa Mangka di Kabupaten Bangka kelas ibu hamil dimulai sejak tahun 2009 hingga saat ini. Kegiatan ini berlangsung berkat kerjasama yang baik antara aparat desa dengan bidan desa. Salah satu contohnya bila ada ibu hamil yang beresiko tinggi yang tidak mempunyai dana untuk dirujuk ke rumah sakit dan tidak ada jaminan kesehatan masyarakat miskin (jamkesmas) atas rekomendasi dari bidan desa maka dengan segera kepala desa mengeluarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dengan harapan ibu hamil tersebut mendapat bantuan keringanan biaya di rumah sakit, sehingga terlambat merujuk karena faktor ekonomi dapat teratasi.

Pelaksanaan kelas ibu hamil di Desa Mangka melibatkan peranan aktif kader. Selain diskusi seputar kehamilan dan risikonya, pada momen ini juga di adakan tabungan ibu hamil (Tabumil)  dan tabungan ibu bersalin (Tabulin). Tabungan ibu hamil diperuntukkan membantu biaya transportasi bagi  ibu hamil yang mengalami risiko tinggi dalam kehamilan yang harus segera  dilakukan rujukan ke Rumah Sakit.

Setiap ibu hamil mulai pada awal kehamilan setiap bulan menabung sebesar Rp 2.000,- per bulan. Sedangkan tabungan ibu bersalin diperuntukkan bagi ibu hamil yang akan bersalin. Tabungan ibu bersalin di tabungkankan oleh ibu sebesar minimal Rp 50.000,- perbulan. Bahkan ada  juga ibu hamil menabungkan uangnya  lebih dari Rp. 50.000,-  dengan asumsi biaya untuk persalinan di desa sudah siap, sehingga nantinya ibu tersebut tidak lagi memikirkan biaya untuk persalinan karena sudah dipersiapkan dari awal kehamilan. 

Tumbuhnya Kesadaran Ibu Hamil

Pelaksanaan kelas ibu hamil memberikan dampak positif di Desa Mangka. Misalnya, seluruh ibu hamil sudah melahirkan di Poskesdes, berkurangnya angka kematian ibu hamil, bersalin maupun nifas dikarenakan tepatnya dalam memberikan rujukan, mitos-mitos yang diyakini oleh ibu hamil dapat berkurang.

Walau masih sedikit sekali peranan ibu dalam mengambil keputusan dalam kehamilannya, namun ibu hamil sudah dapat memutuskan kesehatannya.  Dengan pengetahuan dan pembelajaran yang diadakan dalam Kelas Ibu hamil, suami atupun keluarga serta ibu hamil dapat melakukan tindakan tepat bila menemukan ibu hamil yang mengalami faktor risiko dan risiko tinggi dalam kehamilan, persalinan dan nifas serta mendukung dalam upaya rujukan bila diperlukan  sehingga faktor keterlambatan dalam mengambil keputusan  dapat dikurangi sehingga secara tidak langsung dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi  pada umumnya dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Desa Mangka pada khususnya. ***
Editor: dedypurwadi
Sumber: bangkapos.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
64613 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas