Pintu Terakhir Dijaga Mak Inang
Bangkapos.com - Minggu, 5 Juni 2011 14:58 WIB
Share |
Ada13L1.jpeg
BANGKAPOS.COM/DODI H
MENJAWAB PANTUN - Untuk melewati seutas tali yang menghadang, wakil penganten pria harus mampu menjawab pantun yang disampaikan penghulu gawai guna dapat masuk ke rumah. Prosesi adat Belitong, berlangsung di salah satu rumah warga setempat di Tanjungpandan, Minggu (05/06/2011).
Berita Terkait
Laporan wartawan Bangka Pos, dodi hendriyanto
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Tidak mudah bagi penganten pria dalam adat Belitong untuk menemui mempelai wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Setelah dua kali dihadang Penghulu Gawai, penganten pria kembali dihadang ketika hendak masuk kamar mempelai wanita.

Kali ini yang menghadang adalah Mak Inang. Dalam adat lama, Mak Inang adalah pengasuh tuan putri. Sedangkan sekarang ini Mak Inang adalah penghias dan pendamping penganten wanita sebelum dipertemukan dengan penganten pria dalam kamar penganten.

"Izinkan sang pangeran menmui sangb putri," pinta wakil penganten pria, pada acara prosesi pernikahan adat belitung, Minggu (05/06/2011).

"Tidaklah boleh masuk ke kamar sang tuan putri sebelum bisa mengalahkan Mak Inanngya terlebih dahulu," jawab Mak Inang sembari menghadangkan tangan ke depan kepada penganten pria dan rombongan yang mengiringinya.

Pada tahapan ini berbalas pantun terjadi antara Mak Inang dan wakil penganten pria. Permintaan hingga rayuan maut yang disenandungkan lewat pantun dilontarkan oleh wakil penganten pria. Mendapati rayuan dan permohonan itu, Mak inang tidak serta merta mengabulkannya, pertanyaan dan tantangan lewat pantunpun dijual oleh Mak inang.

Dalam prosesi ini lebih dari lima pantun bersahutan dijual dan dibeli oleh Mak Inang dan wakil penganten pria. Hingga alhirnya Mak inang minta uang penawar sebagai syarat penganten pria boleh masuk ke dalam kamar penganten. Uang yang dimintapun lebih besar dari pintu pertama dan pintu kedua, yakni Rp 50.000.

Tidak perlu berbasa-basi lagi uangpun langsung diserahkan kepada Mak Inang, karena penganten pria tampaknya sudah tak sabar menemui istri tercinta yang disimpan oleh Mak inang. Sesaat uang Rp 50.000 diterima Mak Inang, penganten pria pun masuk ke dalam kamar.

Penulis : Dody
Editor : emil
Sumber : Pos Belitung


Rekomendasi Facebook