Diskriminasi Terhadap Penderita HIV/ AiDS Tinggi
Bangkapos.com - Selasa, 14 Juni 2011 18:24 WIB
Berita Terkait
- Xie Suntikkan Virus HIV ke Anak Pacar Gelap Istrinya
- Hendra Usul Buka Dompet Amal untuk PS Bangka
- Indra Berharap PKS Berikan Penjelasan
- Indra: PS Bangka Belum Terima Sepeser Pun dari APBD
- Dony Bikin Kecewa Pendukung PS Bangka
- PS Bangka Juara Grup XIV
- PS Bangka Sementara Ungguli Persisko
- PS Bangka Unggul Lewat Gol Hanto
- Ditanya Kapal Isap, Sekda Angkat Tangan
- Parulian: Dulu di Merawang Ada Pabrik Ikan Kaleng
Laporan Wartawan Bangka Pos, Sasmita
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Stigma atau diskriminasi terhadap penderita HIV/ AIDS di Bangka masih tinggi sehingga data korban akibat syndrome mematikan ini pun mesti dirahasiakan.
"Mereka yang penderita tempat dan di mana sebenarnya, itu mesti dirahasiakan bahkan kalau kita terima laporan cuma pakai inisial saja guna kerahasiaan sebab diskriminasi terhadap penderita HIV ini masih tinggi sekali," ujar Sopian, pengelola program HIV/ AIDS, Dinkes Kabupaten Bangka kepada bangkapos.com, Selasa (14/06/2011).
Apalagi, menurutnya, kalau pasien itu ketahuan statusnya begitu, maka kemungkinan penderita tidak mau lagi ke pelayanan untuk berobat.
Daerah ini dengan pencapaian peningkatan program sudah berada di luar 10 besar atau urutan ke- 12 nasional pada tahun 2011 untuk kasus HIV/ AIDS terbanyak kalau dilihat dari jumlah penduduk.
"Meski belum mencerminkan masih rendahnya tingkat kasusnya akibat akses pelayanan yang masih terbatas. Sehingga informasi dan sosialisasi mengenai snydrome ini perlu ditingkatkan lagi," jelas Sopian.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Stigma atau diskriminasi terhadap penderita HIV/ AIDS di Bangka masih tinggi sehingga data korban akibat syndrome mematikan ini pun mesti dirahasiakan.
"Mereka yang penderita tempat dan di mana sebenarnya, itu mesti dirahasiakan bahkan kalau kita terima laporan cuma pakai inisial saja guna kerahasiaan sebab diskriminasi terhadap penderita HIV ini masih tinggi sekali," ujar Sopian, pengelola program HIV/ AIDS, Dinkes Kabupaten Bangka kepada bangkapos.com, Selasa (14/06/2011).
Apalagi, menurutnya, kalau pasien itu ketahuan statusnya begitu, maka kemungkinan penderita tidak mau lagi ke pelayanan untuk berobat.
Daerah ini dengan pencapaian peningkatan program sudah berada di luar 10 besar atau urutan ke- 12 nasional pada tahun 2011 untuk kasus HIV/ AIDS terbanyak kalau dilihat dari jumlah penduduk.
"Meski belum mencerminkan masih rendahnya tingkat kasusnya akibat akses pelayanan yang masih terbatas. Sehingga informasi dan sosialisasi mengenai snydrome ini perlu ditingkatkan lagi," jelas Sopian.
Penulis : sasmita
Editor : ismed
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
