Sail Wabe Perlu Tidak Lanjut
Perhelatan Sail Wakotobi-Belitong 2011 sudah usai. Tapi perlu langkah lanjut dari event yang menyedot banyak perhatian itu.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Tarian kolosal, deretan yacht, parade kapal nelayan, atraksi barongsai dipadu dengan hamparan laut biru nan
tenang, pasir putih, udara segar, dan gugusan Batu Garuda. Begitulah
pemandangan yang dilihat Wapres RI Boediono di hadapannya saat
mengikuti acara puncak Sail Wakatobi Belitong (Wabe) 2011, Kamis
(13/10/2011) pagi di Pantai Tanjungkelayang.
Pemandangan yang sama juga disaksikan oleh Menteri Kabinet Bersatu
Jilid II beserta sejumlah Panglima TNI yang ikut dalam rombongan
Wapres. Kiranya pemandangan itu pula yang menginspirasi Wapres saat
melafaskan satu bait pantun diakhir sambutannya.
"Kapal Berlayar membelah samudra. Membawa keramahan rakyat tercinta.
Bangka Belitung Mutiara Katulistiwa. Destinasi Utama Wisata Dunia,"
kata Wapres.
Keindahan panorama Pantai Tanjungkelayang memang mendapat banyak
pujian saat itu. Bahkan Menkokesra, Agung Laksono memberikan kiasan
yang lebih menggoda dalam pantunnya.
"Pasir putih bagaikan kristal. Menghampar luas sepanjang pantai. Bila
tak datang akan menyesal. Bagaikan kekasih lepas tergadai," kata
Agung.
Namun Belitong butuh lebih dari sekedar pujian yang dikemas dengan
balutan pantun. Belitong masih perlu bersolek untuk merengkuh hati
setiap orang. Belitong juga tak harus diam termangu-mangu melihat
pejabat tinggi negara yang datang dan terkagum-kagum.
"Harus ada sesuatu yang ditindaklanjuti setelah acara (Sail Wabe) ini
selesai," ujar Darmansyah, Bupati Belitung, Jumat (15/10/2011).