• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Bangka Pos

Harga Bawang Merah Mulai Turun

Kamis, 17 November 2011 09:43 WIB
Harga Bawang Merah Mulai Turun
Kompas/WIE
Sejumlah petani di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tegah, sedang membersihkan bawang merah hasil panen. Musim panen dan musim tanam bawang di wilayah Brebes tidak bisa berlangsung serempak, karena pengaruh kemarau panjang beberapa waktu lalu. Kondisi itu memicu munculnya serangan hama pada tanaman bawang merah.
BANGKAPOS.COM, BREBES-Harga bawang merah di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kembali turun, hingga mencapai Rp 3.500 per kilogram, di tingkat petani.

Anjloknya harga bawang mengakibatkan petani merugi, terlebih produktivitas bawang yang dihasilkan pada panen ini turun. Penurunan harga bawang merah seperti dirasakan para petani di wilayah Kecamatan Larangan, Brebes, dan Wanasari, Kamis (17/11/2011).

Jaenal (44), petani di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari mengatakan, harga bawang merah anjlok dalam sepekan terakhir.  Harga bawang merah kering panen (pengeringan satu hingga dua hari) yang sebelumnya Rp 6.000 per kilogram, saat ini hanya Rp 3.500 per kilogram.

Sementara harga bawang merah kering askip (masa pengeringan satu pekan) turun dari Rp 9.000 per kilogram menjadi Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. Ia memperkirakan, anjloknya harga bawang karena saat ini sedang panen raya.

Panen tidak hanya berlangsung di Brebes, tetapi juga daerah-daerah lain di Jawa Timur dan Jawa Barat. Bahkan, pasar-pasar di Jakarta juga banyak dibanjiri bawang impor. Padahal selama ini, Jakarta merupakan salah satu pasar terbesar bawang dari Brebes.

Kondisi itu, lanjutnya, diperparah dengan turunnya produktivitas tanaman bawang, akibat serangan hama. Satu hektar tanaman bawang yang dalam kondisi optimal bisa menghasilkan 15 ton bawang merah kering, saat ini hanya menghasilkan delapan hingga sembilan ton bawang merah kering.

Sarimin (52), petani lainnya di wilayah Kecamatan Wanasari mengatakan, saat ini harga penjualan bawang dengan sistem tebas (pembelian langsung di sawah) juga anjlok. Bawang pada lahan seperempat bau (sekitar 1.800 meter persegi), yang sebelumnya bisa terjual Rp 14 juta, saat ini hanya terjual sekitar Rp 8 juta. "Sekarang petani sedang hancur," katanya.

Menurut dia, anjloknya harga bawang merah mengakibatkan petani rugi. Biaya tanam dan perawatan tanaman seluas seperempat bau mencapai Rp 10 hingga Rp 12 juta, sehingga hasil panen yang diperoleh tidak bisa untuk menutup biaya produksi. 
Editor: dedypurwadi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
81667 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas