LCKI Babel Ingin Tiru Singapura
Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Babel ingin meniru Singapura dalam melakukan pencegahan kejahatan.
Penulis: M Ismunadi |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Babel ingin meniru Singapura dalam melakukan pencegahan kejahatan. Hal ini menyusul konferensi Internasional Crime Prevention (ICP) yang digelar di Singapura pada 14-17 November lalu.
Konferensi yang bertepatan dengan ulang tahun Lembaga Cegah Kejahatan Nasional Singapura ke30 itu dihadiri Ketua LCKI Babel Arsalan bersama HR Agus Erwin dari Ombudsman, dan Brigjen Widyo Sunaryo dari Polri serta Effendi Peranginangin dari Attache Imigrasi Kedubes RI di Singapura.
Salah satu hal yang ingin ditiru LCKI Babel adalah hubungan kemitraan aparat keamanan dan masyarakat dalam upaya pencegahan kejahatan. Menurut Ketua LCKI Babel Arsalan, kedua unsur itu merupakan kekuatan positif Singapura dalam pencegahan kejahatan.
"Kemitraan aparat keamanan dan masyarakat merupakan kekuatan Singapura dan kita berharap dapat menerapkan hal-hal yang positif seperti itu terhadap masyarakat kita," kata Arsalan dalam rilis yang diterima Bangka Pos Group, Jumat (18/11) malam.
Arsalan mengatakan ICP turut dihadiri delegasi dari Kepolisian Inggris, Irlandia, Australia, Hongkong, Jepang, Malaysia, India, Indonesia dan Singapura serta Interpol, FBI dan para ahli kriminologi turut ambil bagian.
Dalam konferensi itu, berbagai pencegahan kejahatan mulai dari terorisme, korupsi dan penyelundupan serta modus operandi Cyber-crime mendapatkan perhatian serius. Pencegahan kejahatan harus melibatkan masyarakat, bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pihak kepolisian.
Di Singapura dan negara maju, walaupun penyidikan dan penindakan merupakan wewenang polisi, namun pengawasan dan pelaporan merupakan bagian dari tanggung jawab moral masyarakat terhadap bangsa dan negara.
Program community development (pengembangan masyarakat) dan Social Awareness (kesadaran sosial) mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Singapura. Lembaga Cegah Kejahatan Nasional Singapura, bekerja sama dengan Home Team Academy yaitu pusat latihan dan pendidikan Kepolisian Singapura, memberikan pelatihan dan pendidikan tentang mengenal dan mencegah berbagai modus operandi tindakan kriminal mulai dari penyelundupan, narkoba dan terorisme.
Lembaga Cegah Kejahatan Nasional Singapura yang berulang-tahun ke-30 memilih tema, Building Resilient Societies, Forging Global Partnership (Membangun masyarakat yang tangguh, menempa kemitraan global).