Ismail Bantah Gunakan Boraks
Pedagang di Kantin SDN 10 Sungailiat Ismail membantah menggunakan boraks dalam campuran empek-empek yang dijualnya di kantin sekolah.
Penulis: nurhayati |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pedagang di Kantin SDN 10 Sungailiat Ismail membantah menggunakan boraks dalam campuran empek-empek yang dijualnya di kantin sekolah.
"Empek-empek dibuat sendiri, ada empek-empek telur dan batangan semuanya buat sendiri. Biasa bikin istri saya. Kami tidak menggunakan boraks tidak tahu dari bahan mana yang tercemar apakah ikannya, sagu, tepungnya, atau telurnya," ungkap Ismail yang membawa dan menunjukkan bahan-bahan untuk membuat empek-empek kepada tim terpadu dari BPOM Pangkalpinang dan Dinkes Kabupaten Bangka, Kamis (24/11/2011) di Hotel Novilla Sungailiat.
Ia mengaku tidak tahu seperti apa bentuk boraks itu sehingga tidak mungkin menggunakan bahan tersebut untuk membuat empek-empek.
"Boraks seperti apa, kami tidak tahu apakah bentuk cair atau padat saya tidak tahu. Saya tidak menggunakannya," kata Ismail.
Menurut Bagian Pemeriksaan, Penyelidikan, Serfikasi dan Layanan
Informasi Konsumen BPOM Pangkalpinang, Azizah Munayah, mereka harus
meneliti lebih lanjut sampel jajanan anak yang mereka teliti dengan
melakukan pemeriksaan kembali di laboratorium BPOM Pangkalpinang.
"Sampel makanan ini tetap kami simpan, tapi akan diteliti kembali," jelas Azizah.
Ia mengatakan dari 32 sampel jajajan anak yang mereka teliti selama dua hari Selasa (22/11/2011) dan Rabu (23/11/2011) kemarin di tujuh sekolah, empat sampel terindikasi tercemar zat berbahaya.
Empat sampel makanan tersebut yakni satu item harum manis positif mengandung rhodamin B, satu item kerupuk beleng positif boraks dan dua item empek-empek positif mengandung boraks.