SMANSA Raih Juara II Film Dokumenter
Bangkapos.com - Sabtu, 3 Desember 2011 09:54 WIB
Share |
juara2.JPG
sma1pkp/sila
Perwakilan SMANSA yang berhasil menjadi Juara II lomba Penggalian Sumber Sejarah dalam bentuk AudioVisual setelah dinobatkan di Museum Nasional Jakarta (12/11/2011)

BANGKAPOS.COM,PANGKALPINANG -- GARAPAN berupa film dokumenter berjudul Dua Atap dalam Satu Tapak, karya Prisilla Ade Haryanti, Try Antika Putri dan Arganegara Putra, duta dari SMA Negeri 1 (SMANSA) Pangkalpinang, menjadi torehan bermakna bagi  sebuah prestasi yang dicapai di penghujung tahun ini.


Kendati hanya  dinobatkan sebagai Juara II dalam lomba yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata RI tersebut, paling tidak prestasi tersebut menjadi spirit kalau anak-anak SMANSA mampu berprestasi di semua bidang, termasuk dunia perfilman.


Prestasi bidang Lomba Penggalian Sumber Sejarah dalam Bentuk Audiovisual yang diikuti oleh duta SMANSA sejak 11 hingga 14 November lalu itu,  diperoleh melalui perjalanan yang cukup panjang.


Tahap pertama yang diawali dengan penyusunan dan pengiriman proposal pada Mei 2011, dan dilanjutkan dengan seleksi tahap akhir yakni presentasi, dilalui dengan deg-degan. Bagaimana tidak, tim yang mengikuti lomba tentu tak sedikit, yakni sebanyak 254 tim dari seluruh provinsi di Indonesia.


Dari 254 tim yang mengirimkan proposal, 10 tim diantaranya terpilih dan berhak mengikuti tahap berikutnya. Ke 10 tim, termasuk duta SMANSA ini, diberikan pembekalan tentang pembuatan film dokumenter oleh pihak Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mulai 28 Juni‑4 Juli 2011 di Jakarta. Lalu peserta kembali ke daerah masing‑masing dan diberikan waktu 3 bulan (Juli ‑ September) untuk membuat film dokumenter yang berdurasi selama 15‑17 menit.


Dengan kerja keras dan bimbingan oleh banyak pihak, khususnya guru pembimbing Dra Anis Faridah, tim SMANSA dinyatakan lolos seleksi dan masuk 6 besar dalam seleksi menuju babak final sekaligus melakukan presentasi di hadapan dewan juri.


Dalam babak final yang diselenggrakan di Museum Nasional Jakarta, 12 November 2011, akhirnya tim dari SMA Negeri 1 Banjarmasin berhasil meraih Juara I dengan judul karya Pesona Kampung Tua di Kampung Sungai,  Juara II direbut tim dari SMANSA, dan Juara III diraih MAN 2 Banda Aceh dengan karya berjudul Radio Rimba Raya.


Prisilia didampingi dua orang rekannya yakni Try dan Arga kepada SMANSA Student News Papper menuturkan, selama lomba berlangsung berbagai rintangan dan kesulitan dihadapi.

"Tapi, Alhamdulillah dapat kita atasi, ini tentu karena kerja sama tim yang baik," ujar Prisilia yang diiyakan juga oleh Try dan Arga. Disinggung apa saja materi yang diceritakan dalam film dokumenter tersebut, Prisilia, Try maupun Arga menuturkan, film dokumentar berjudul Dua Atap dalam Satu Tapak secara umum menceritakan tentang sejarah dibangunnya rumah ibadah terbesar dan tertua di Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat yakni Masjid Jami' dan Kelenteng Kung Fuk Min yang letaknya berdampingan.


Terfokusnya terhadap dua objek rumah ibadah ini, lanjut Prisilia Cs terinspirasi dari kejadian‑kejadian yang timbul karena adanya 'benturan' budaya sebagaimana terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Bangunan Masjid Jami' dan Kelenteng Kung Fuk Min yang dibangun berdampingan, paling tidak menjadi simbol bahwa Bangka Belitung mengedepankan kerukunan umat beragama serta suku dalam kehidupan masyarakatnya.


"Kami ingin menunjukkan kepada orang bahwa di Bangka Belitung, walaupun jarang dikenal orang, ada keharmonisan dan perdamaian antar dua budaya yang jarang dimiliki di kota‑kota lain di Indonesia. Kami ingin keharmonisan ini bisa menjadi panutan agar semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa terwujud dan kerusuhan‑kerusuhan seperti yang terjadi di Poso dan Maluku tidak akan terulang lagi," ungkap Prisilla tentang tujuan pengambilan tema film dokumenter mereka. (lala)


Editor : andri
Sumber : bangkapos.com


Rekomendasi Facebook