- Mahasiswa Takushoku University Kunjungi SMANSA Pangkalpinang
- Tes Masuk PT Mulai Digelar
- Andini : Ingin Memberikan yang Terbaik
- Ikatan Alumni SMANSA Terbentuk
- Tingkatkan Prestasi UN dengan Try Out
- SAJAK: Janji Redam di Balik Waktu
- KAPRI RAIH JUARA DALAM MENULIS ESSAI
- Kunjungan Monitoring RSBI
- UN Sudah di Ambang Pintu
- SMANSA Road to Campus
BANGKAPOS.COM,PANGKALPINANG -- GARAPAN berupa film dokumenter berjudul Dua Atap
dalam Satu Tapak, karya Prisilla Ade Haryanti, Try Antika Putri dan
Arganegara Putra, duta dari SMA Negeri 1 (SMANSA) Pangkalpinang, menjadi
torehan bermakna bagi sebuah prestasi
yang dicapai di penghujung tahun ini.
Kendati
hanya dinobatkan sebagai Juara II dalam
lomba yang digelar oleh Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata RI tersebut,
paling tidak prestasi tersebut menjadi spirit kalau anak-anak SMANSA mampu
berprestasi di semua bidang, termasuk dunia perfilman.
Prestasi
bidang Lomba Penggalian Sumber Sejarah dalam Bentuk Audiovisual yang diikuti
oleh duta SMANSA sejak 11 hingga 14 November lalu itu, diperoleh melalui perjalanan yang cukup
panjang.
Tahap
pertama yang diawali dengan penyusunan dan pengiriman proposal pada Mei 2011,
dan dilanjutkan dengan seleksi tahap akhir yakni presentasi, dilalui dengan
deg-degan. Bagaimana tidak, tim yang mengikuti lomba tentu tak sedikit, yakni
sebanyak 254 tim dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dari
254 tim yang mengirimkan proposal, 10 tim diantaranya terpilih dan berhak mengikuti
tahap berikutnya. Ke 10 tim, termasuk duta SMANSA ini, diberikan pembekalan
tentang pembuatan film dokumenter oleh pihak Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
mulai 28 Juni‑4 Juli 2011 di Jakarta. Lalu peserta kembali ke daerah masing‑masing
dan diberikan waktu 3 bulan (Juli ‑ September) untuk membuat film dokumenter
yang berdurasi selama 15‑17 menit.
Dengan
kerja keras dan bimbingan oleh banyak pihak, khususnya guru pembimbing Dra Anis
Faridah, tim SMANSA dinyatakan lolos seleksi dan masuk 6 besar dalam seleksi
menuju babak final sekaligus melakukan presentasi di hadapan dewan juri.
Dalam
babak final yang diselenggrakan di Museum Nasional Jakarta, 12 November 2011,
akhirnya tim dari SMA Negeri 1 Banjarmasin berhasil meraih Juara I dengan judul
karya Pesona Kampung Tua di Kampung Sungai, Juara II direbut tim dari SMANSA, dan Juara
III diraih MAN 2 Banda Aceh dengan karya berjudul Radio Rimba Raya.
Prisilia
didampingi dua orang rekannya yakni Try dan Arga kepada SMANSA Student News
Papper menuturkan, selama lomba berlangsung berbagai rintangan dan
kesulitan dihadapi.
"Tapi,
Alhamdulillah dapat kita atasi, ini tentu karena kerja sama tim yang
baik," ujar Prisilia yang diiyakan juga oleh Try dan Arga. Disinggung apa
saja materi yang diceritakan dalam film dokumenter tersebut, Prisilia, Try
maupun Arga menuturkan, film dokumentar berjudul Dua Atap dalam Satu Tapak
secara umum menceritakan tentang sejarah dibangunnya rumah ibadah terbesar dan
tertua di Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat yakni Masjid Jami' dan Kelenteng
Kung Fuk Min yang letaknya berdampingan.
Terfokusnya
terhadap dua objek rumah ibadah ini, lanjut Prisilia Cs terinspirasi dari
kejadian‑kejadian yang timbul karena adanya 'benturan' budaya sebagaimana
terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Bangunan Masjid Jami' dan Kelenteng Kung
Fuk Min yang dibangun berdampingan, paling tidak menjadi simbol bahwa Bangka
Belitung mengedepankan kerukunan umat beragama serta suku dalam kehidupan
masyarakatnya.
"Kami
ingin menunjukkan kepada orang bahwa di Bangka Belitung, walaupun jarang
dikenal orang, ada keharmonisan dan perdamaian antar dua budaya yang jarang
dimiliki di kota‑kota lain di Indonesia. Kami ingin keharmonisan ini bisa
menjadi panutan agar semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa terwujud dan kerusuhan‑kerusuhan
seperti yang terjadi di Poso dan Maluku tidak akan terulang lagi," ungkap
Prisilla tentang tujuan pengambilan tema film dokumenter mereka. (lala)
