
- Tiduri Pacar, Franklyn Dituntut 6 Tahun Penjara
- Guru Honorer Ini Setubuhi Siswi SMP Enam Kali
- Polisi Belum Periksa Habib Cabul
- Habib Terduga Pencabul 11 Anak Terancam 15 Tahun
- Ibu Ini Ngesek dengan Pelajar
- Usai Nonton Film Porno ABG Cabuli Bocah 9 Tahun
- Korban Pemerkosaan 'Dikubur' dengan Dedaunan
- Polisi Cabul Kabur Saat Hendak Disidang
- Parmot Diancam Pidana Kurungan 15 Tahun
- Sejak SD Mawar Jadi Budak Seks Ayah Tiri
BANGKAPOS.COM, NEW YORK - Studi terbaru astrofisikawan Universitas Cornell, New York, AS, mengklaim bahwa Bumi memang punya Bulan-bulan kecil. Itu umum, bukan anomali. Ini artinya, Bumi sebenarnya punya Bulan kedua sementara.
Pertanyaannya kini muncul, apakah asteroid itu "Bulan" kedua Bumi?
Bulan sementara tidak sama dengan Bulan yang dikenal saat ini. Bulan memiliki orbit yang pasti, mengelilingi Bumi secara teratur. Sementara Bulan yang dimaksud dalam penelitian adalah satelit temporer.
Mikael Granvik, Jeremie Vaubaillon, dan Robert Jedicke, tim peneliti, mengatakan bahwa mereka telah mencacah populasi satelit alami ireguler yang secara temporer tertangkap Bumi. Tim astronom tersebut mengatakan bahwa ukuran satelit-satelit temporer itu memang kecil, tetapi implikasi dari hasil penelitian ini besar.
"Pada satu waktu tertentu, pasti ada minimal satu satelit alami yang berukuran paling tidak 1 meter yang mengorbit Bumi," ungkap tim peneliti seperti dilaporkan Daily Mail, Rabu (21/12/2011). Publikasi tim astronom tersebut berjudul "The Population of Natural Earth Satellites" dan bisa diakses di situs web Universitas Cornell.
Tim astronom mengungkapkan, asteroid berukuran beberapa meter lebarnya saja bisa disebut satelit. Dan, satelit itu bisa menghemat misi antariksa. Meski mungkin tidak mungkin mendarat di satelit kecil itu, tetapi ilmuwan bisa mencari informasi darinya.(kompas.com)