Dengar Suara Menggelegar Air Telaga Mata Indra Habis
Bangkapos.com - Kamis, 5 Januari 2012 01:10 WIB

tour-ofjava.blogspot.com
Ilustrasi telaga
Berita Terkait
- Pelayanan dan Logo Baru Sriwijaya Air
- Oli Bocor Pesawat Batavia Batal Take Off
- Sriwijaya Air Resmi Luncurkan Executive Class
- Sriwijaya Air Ubah Desain Logo
- Merpati Buka Rute Pariwisata
- APMS Dikuasai Preman, Nelayan Air Saga Susah Dapat…
- 15 Warga Airanyir Tunggu Keppres Konservasi HLP
- Pak Bondan Doakan Pramugari Stevany
- Kartika Airlines Sudah Pesan 30 Sukhoi
- Tokoh Masyarakat Air Anyir Diminta Redam Emosi Warga
BANGKAPOS.COM, GUNUNGKIDUL - Fenomena tanah ambles di Gunungkidul, kembali terjadi. Kali ini, Telaga Mata Indra, di Dusun Temuireng II, Temuireng, Girisuko, Panggang, Gunung Kidul ambles berdiameter sekitar 5 meter. Kejadian tersebut mengagetkan warga.
Sebelum ambles, telaga seluas 20 x 15 meter itu menurut Sugirin (30), warga setempat terisi penuh air. "Tinggi airnya sekitar dada orang dewasa, namun tiba-tiba habis, " katanya saat ditemui Tribun Jogja di tepi telaga, Rabu (4/1/2012).
Menurutnya, kejadian aneh terjadi Senin (2/1/2012) sekitar pukul 22.00 WIB, warga mendengar suara menggelegar. "Suaranya itu bergemuruh, menggelegar kayak letusan Gunung Merapi," cerita bapak berputra dua ini. Saat itu, ia dan juga beberapa warga, kaget dengan kejadian tersebut.
Esok harinya (3/1/2012), puluhan warga kemudian berbondong-bondong menyaksikan air di telaga sudah berkurang. Menurut Sugirin, sekitar subuh, warga melihat bahwa air tersebut memutar, dan surut di satu titik atau lubang. Saat itu, Sugirin hampir kehilangan momen detik-detik surutnya air tersebut. "Saya sempat masukin kayu sepanjang 3,5 meter dan hilang, di lubang tersebut," jelasnya.
Tak hanya itu, Sugirin dan warga kemudian mengabadikan momen tersebut, dengan kamera handphone. Mereka kemudian, merekam dan memotret lubang berdiameter 5 meter dan dindingnya dipenuhi struktur tanah liat berwarna coklat kehitaman, dan telah menghisap air tersebut. "Tuh mas, lihat air cepat sekali menyusut, " ujarnya sambil menunjukkan video di ponselnya.
Sebelum ambles, telaga seluas 20 x 15 meter itu menurut Sugirin (30), warga setempat terisi penuh air. "Tinggi airnya sekitar dada orang dewasa, namun tiba-tiba habis, " katanya saat ditemui Tribun Jogja di tepi telaga, Rabu (4/1/2012).
Menurutnya, kejadian aneh terjadi Senin (2/1/2012) sekitar pukul 22.00 WIB, warga mendengar suara menggelegar. "Suaranya itu bergemuruh, menggelegar kayak letusan Gunung Merapi," cerita bapak berputra dua ini. Saat itu, ia dan juga beberapa warga, kaget dengan kejadian tersebut.
Esok harinya (3/1/2012), puluhan warga kemudian berbondong-bondong menyaksikan air di telaga sudah berkurang. Menurut Sugirin, sekitar subuh, warga melihat bahwa air tersebut memutar, dan surut di satu titik atau lubang. Saat itu, Sugirin hampir kehilangan momen detik-detik surutnya air tersebut. "Saya sempat masukin kayu sepanjang 3,5 meter dan hilang, di lubang tersebut," jelasnya.
Tak hanya itu, Sugirin dan warga kemudian mengabadikan momen tersebut, dengan kamera handphone. Mereka kemudian, merekam dan memotret lubang berdiameter 5 meter dan dindingnya dipenuhi struktur tanah liat berwarna coklat kehitaman, dan telah menghisap air tersebut. "Tuh mas, lihat air cepat sekali menyusut, " ujarnya sambil menunjukkan video di ponselnya.
Editor : asmadi
Sumber : Tribunnews
Rekomendasi Facebook
