Selasa, 9 Juni 2026

GETAR Sentuh Hati Nurani Sukiran

Sukiran warga Jalan Raya Peltim Muntok Kabupaten Bangka Barat, mendadak bertanya

Tayang:
zoom-inlihat foto GETAR Sentuh Hati Nurani Sukiran
bangkapos.com/riyadi
Sukiran warga Jalan Raya Peltim Muntok, sedang menulis beberapa bait kalimat di rubrik GETAR edisi Minggu di Harian Pagi Bangka Pos, Senin (9/1/2012) dikediamannya.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sukiran warga Jalan Raya Peltim Muntok Kabupaten Bangka Barat, mendadak bertanya kepada Wartawan Bangka Pos, tolong sampaikan ke penulis GETAR di koran Bangka Pos, yang tulisannya dimuat setiap edisi minggu.

"Sampaikan ke wartawan Bangka Pos Pak Agus Ismunarno, saya merasa tersentuh dengan isi tulisan GETAR itu, setiap hari Minggu saya selalu baca GETAR terbaru, selama ini saya rasakan dan saya pahami benar,  isinya itu lho, menyentuh hati nurani saya," kata Sukiran kepada bangkapos.com Senin (9/1/2012).

Bapak tiga anak tersebut, sudah lupa  kapan GETAR muncul pertama kali. Namun yang pasti, setiap GETAR muncul di koran BANGKA POS edisi Minggu, Sukiran selalu membacanya sampai tuntas, kemudian mengikuti, memahami dari  beberapa kalimat yang menyentuh hati nuraninya.

Ia juga mengutip dan menyalin beberapa bait kalimat, untuk ditorehkan dibuku sakunya.

"Saya tidak njiplak, tapi saya hanya menyalin beberapa kalimat yang saya baca bisa menyentuh hati nurani saya, terutama kalimat yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai kemurnian jiwa dan kehidupan, baik kaitannya dengan hubungan sesama manusia (horisontal) maupun hubungan (Vertikal) antara manusia dengan Tuhan, juga kalimat yang mengingatkan kita untuk selalu berhubungan baik dengan alam. Saya mudah tersentuh dengan isi tulisan GETAR," ujar Sukiran pemilik outlet Koran Bangka Pos ini.

Pria asal Kediri Jawa Timur itu, memang tidak memilih untuk mengklipingkan GETAR, tapi lebih suka mencacat dengan tulisan gedrik dan latin (gandeng), terhadap bait-bait kalimat GETAR, yang dirasakan menyentuh hati nuraninya.

"Kalau saya tulis gini kan sewaktu-waktu kan bisa buka dan saya baca. Ya tidak semua saya tulis, ya kalimat yang menyentuh hati kita saja, lha kalau ditulis kabeh (semua) ya gimana, lha banyak gini. Lha yang nulis ini yang namanya ... (Agus Ismunarno --), itu temennya sampeyan to, eunak (enak) dibaca," ujar Sukiran sambil tanya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved