Basel Kekurangan 146 Ruang Kelas
Hingga saat ini Kabupaten Bangka Selatan (Basel) masih kekurangan 130 ruang kelas baru
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: suhendri
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hingga saat ini Kabupaten Bangka Selatan (Basel) masih kekurangan 130 ruang kelas baru untuk sekolah dasar (SD) dan 16 ruangan kelas baru untuk SMP.
Kekurangan ruang kelas SD dan SMP tersebut, pada APBD Basel tahun 2012 Dinas Pendidikan Basel sudah mengalokasikan dana untuk penambahan 53 ruangan kelas baru SD dan 16 ruangan kelas baru untuk SMP.
Anggota Komisi B DPRD Bangka Selatan Samsir kepada bangkapos.com mengungkapkan, sehubungan dengan penambahan ruang kelas baru SD dan SMP di Bangka Selatan, pada tanggal 12 Januari 2012 lalu, komisi B melakukan konsultasi ke Kemendikbud, tepatnya ke Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Konsultasi itu tentang penggunaan dana alokasi khusus pendidikan tahun 2012.
"Konsultasi ini sangat penting karena adanya kebutuhan ruang kelas baru
yang masih dibutuhkan di wilayah Bangka Selatan. Sedangkan petunjuk
teknis yang sudah dikeluarkan oleh Kemendikbud dengan Permendiknas No 56
tahun 2011 tentang Juknis pengunaaan DAK pendidikan untuk SD/SDLB, dan
Permendiknas No 57 tahun 2012 tentang juknis pengunaan DAK pendidikan
untuk SMP sederajat. Dijelaskan petunjuk teknis hanya diperuntukkan untuk
2 hal yaitu rehabilitasi ruang kelas rusak berat sampai 45 persen sampai dengan 65 persen dengan porsi 80 persen," papar Samsir, Jumat (13/1/2012).
Ia menjelaskan dalam Permendiknas tersebut peningkatan mutu pendidikan difokuskan untuk pembangunan ruang perpustakaan dan pengadaan sarana peningkatan mutu dengan porsi 20 persen.
"Kami berharap penggunaan DAK bisa digunakan untuk pembangunan ruang
kelas baru sebagaimana isi PMK 209/pmk 07/ tahun 2011, tentang pedoman
penggunaan DAK tahun 2012 pasal 5 (1 ), bahwa DAK bisa diperuntukkan salah satunya untuk pembangunan ruang kelas baru," ujarnya.
Dia menambahkan, "Ini selaras dengan
kebutuhan di daerah Bangka Selatan sekarang yang memang sangat
membutuhkan ruang kelas baru untuk mengejar rasio antara ruangan kelas
dengan jumlah murid yang masih 1:35 ," ungkap Samsir.
Pada kesempatan tersebut Samsir menyarankan Dinas Pendidikan agar
mereview semua data rehabilitasi yang rusak berat dan rusak sedang.
"Yang direhab memang yang betul-betul sudah waktunya dan layak untuk direhabilitasi. Dan kami mengharapkan untuk rehabilitasi agar digantikan dengan rangka baja ringan, karena untuk mencari kayu yang baik dan tua sudah sangat sulit, dan sekarang banyak digunakan kayu yang usianya masih mudah sehingga tidak akan tahan lama," imbuhnya.