Heni tak Patah Semangat
Bersama keluarganya, Heni, Pemilik Otak-otak Heni melakoni usahanya ini tanpa mengenal lelah. Ketertarikannya
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bersama keluarganya, Heni, Pemilik Otak-otak Heni melakoni usahanya ini tanpa mengenal lelah. Ketertarikannya
membuka usaha karena memang ia memiliki keterampilan mengolah penganan
khas Bangka ini.
Dulunya, ia pernah bekerja di salah satu restoran sebagai penyaji penganan khas Bangka ini. Berbekal itulah, ia sepakat membuat warung ini, sehingga usaha ini betul-betul dirintis dari bawah.
Satu lagi, kegigihannya mengolah penganan khas Bangka ini ia tak patah semangat. Meski untungnya tak seberapa, namun ia tetap semangat menjual penganan khas Bangka ini supaya disukai konsumen dan tetap dirindukan sebagai penjual penganan khas Bangka yang mempertahankan kualitas.
Awalnya dari 400 butir penganan yang dibuat, kadang-kadang hanya laku 50 butir. Namun, dari pengalaman itulah ia terus belajar dan belajar untuk mengolah penganan khas Bangka dan mencari konsumen sebanyak-banyaknya agar penganan khas Bangka ini laku dijual. Dibantu keluarganya juga, hingga sekarang warung penganan tersebut diserbu pembeli.
"Alhamdulillah sekarang usaha yang dijalankan berjalan lancar, tiap malam habis terjual. Kalau malam di sini ramai," ucapnya yang sebelumnya membuka warung di Jalan A Yani Pangkalpinang.