Kunjungan Monitoring RSBI
Bangkapos.com - Rabu, 18 Januari 2012 11:38 WIB
Berita Terkait
- Mahasiswa Takushoku University Kunjungi SMANSA Pangkalpinang
- Tes Masuk PT Mulai Digelar
- Andini : Ingin Memberikan yang Terbaik
- Ikatan Alumni SMANSA Terbentuk
- Tingkatkan Prestasi UN dengan Try Out
- SAJAK: Janji Redam di Balik Waktu
- KAPRI RAIH JUARA DALAM MENULIS ESSAI
- UN Sudah di Ambang Pintu
- SMANSA Road to Campus
- Rizki Wahyudi, Pemenang Bujang Kota Pangkalpinang…
BANGKAPOS.COM,PANGKALPINANG -- SELASA (20/12/2011) lalu SMA Negeri 1 Pangkalpinang menerima kunjungan Direktorat Pembinaan SMA Bagian Kelembagaan dan Peserta Didik Depdiknas. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi RSBI untuk memantau sampai sejauh mana bagian bagian yang ada di sekolah RSBI. Kunjungan ini dilakukan di dua Sekolah Menengah Atas di Bangka Belitung yaitu SMAN 1 Pangkalpinang dan SMAN 1 Sungailiat.
Monitoring yang dilakukan dalam lingkup anggaran, daya serap untuk peningkatan mutu sekolah dan juga tingkat penggunaan Bahasa Inggris.
"Harapannnya agar siswa siswa SMA RSBI dapat lebih berprestasi. Sebab siswa sekolah RSBI telah melewati seleksi khusus sebelum terdaftar menjadi murid di sekolah tersebut, sehingga memiliki wawasan yang lebih luas dan tentunya ditunjang dengan pengajar yang berkompeten. Oleh karena itu diperlukan pemantauan khusus bagi para guru maupun siswa," kata Sri Murtini yang menjadi perwakilan perwakilan dari Depdiknas.
Penggunaan Bahasa Inggris dalam sistem pembelajaran merupakan salah satu syarat sekolah RSBI, akan tetapi bukan keharusan untuk menggunakan Bahasa Inggris sepenuhnya karena Bahasa Indonesia pun tentu diperlukan dan tidak boleh ditinggalkan, mengingat Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Nasional.
Penggunaan bahasa Inggris dianjurkan cukup dalam pengantar pelajarannya saja, tidak sepenuhnya digunakan karena yang dikhawatirkan terjadinya missunderstanding dalam penyampaian materi dari para guru kepada murid.
Sebagai sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional tentunya sekolah itu memiliki keistimewaan khusus dibanding sekolah lainnya karena untuk mencapai sekolah RSBI itu pun harus memenuhi syarat tertentu. Pemantauan ini diperlukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah rintisan berstandar internasional (RSBI) untuk menggapai sekolah berstandar internasional (SBI). (arum/erina)
Monitoring yang dilakukan dalam lingkup anggaran, daya serap untuk peningkatan mutu sekolah dan juga tingkat penggunaan Bahasa Inggris.
"Harapannnya agar siswa siswa SMA RSBI dapat lebih berprestasi. Sebab siswa sekolah RSBI telah melewati seleksi khusus sebelum terdaftar menjadi murid di sekolah tersebut, sehingga memiliki wawasan yang lebih luas dan tentunya ditunjang dengan pengajar yang berkompeten. Oleh karena itu diperlukan pemantauan khusus bagi para guru maupun siswa," kata Sri Murtini yang menjadi perwakilan perwakilan dari Depdiknas.
Penggunaan Bahasa Inggris dalam sistem pembelajaran merupakan salah satu syarat sekolah RSBI, akan tetapi bukan keharusan untuk menggunakan Bahasa Inggris sepenuhnya karena Bahasa Indonesia pun tentu diperlukan dan tidak boleh ditinggalkan, mengingat Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Nasional.
Penggunaan bahasa Inggris dianjurkan cukup dalam pengantar pelajarannya saja, tidak sepenuhnya digunakan karena yang dikhawatirkan terjadinya missunderstanding dalam penyampaian materi dari para guru kepada murid.
Sebagai sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional tentunya sekolah itu memiliki keistimewaan khusus dibanding sekolah lainnya karena untuk mencapai sekolah RSBI itu pun harus memenuhi syarat tertentu. Pemantauan ini diperlukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah rintisan berstandar internasional (RSBI) untuk menggapai sekolah berstandar internasional (SBI). (arum/erina)
Editor : andri
Sumber : bangkapos.com
