L Anak yang Mandiri
Bangkapos.com - Rabu, 18 Januari 2012 13:17 WIB
Share |
Berita Terkait
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -
L (12) korban kekerasan orangtua angkatnya, Ny S dikenal sebagai sosok yang mandiri. Hal ini diungkapkan oleh pendamping L dari PAKTA (Pos Advokasi dan Kepedulian Terhadap Anak) Sri Hartini.

"L itu anaknya mandiri, apa-apa bisa sendiri. Masak, nyuci, gosok, bahkan naik motor L bisa," terang Sri usai menyampaikan hasil visum ke Polda Metro Jaya, Rabu (18/1/2012).

Sri menjelaskan saat ini L berada di rumah aman bersama dengan anak-anak lainnya. Di rumah itu L biasa mengurus adik-adiknya (anak lainnya yang masih kecil di rumah aman), bahkan sampai mengantar mereka ke sekolah.

"Tak hanya mandiri di rumah aman, L juga mandiri saat ia dirawat di rumah pekerja konveksi. Ya pastinya L tidak tinggal diam di sana, ia ikut bantu-bantu juga," ucap Sri.

Seperti diberitakan sebelumnya, L mendapat kekerasan dari orangtua angkatnya, Ny S setelah diadopsi dari sebuah panti asuhan di kawasan Tangerang. Ny S yang mengangkat L berjanji akan menyekolahkan L, namun ternyata L dijadikan pembantu.

Tidak hanya itu, L juga sering mendapat perlakuan kasar hingga dipukuli oleh Ny S. L pun hanya diberi uang sebesar Rp 5.000 per minggu oleh Ny S.

Karena tidak tahan dengan perlakuan kasar Ny S, L lalu melarikan diri ketika Ny S dan suaminya ke rumah sakit. Saat Ny S masuk ke dalam rumah sakit, L lalu berpamitan kepada ayah angkatnya untuk kabur.

Setelah kabur, akhirnya pada 3 Januari 2012, L ditemukan pingsan di pinggir jalan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat dengan kondisi penuh lebam oleh seorang pegawai konveksi. Pegawai konveksi lalu menghubungi Radio Elshinta dan meneruskan ke KPAI.

Pihak KPAI pun telah melaporkan peristiwa yang dialami oleh L ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (14/1/2012) yang lalu.

Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews


Rekomendasi Facebook