Yusril dan Yusron Bawa Pulang Jenazah Yuslim
Bangkapos.com - Rabu, 25 Januari 2012 11:08 WIB

BANGKAPOS.COM/WAHYU KURNIAWAN
Yusril Ihza Mahenda bersama adik-adiknya mengantar jenazah kakak kandungmereka Yuslim Ihza ke rumah duka di Manggar Belitung Timur, Rabu (25/01/2012)
Berita Terkait
Laporan Wartawan Bangka Pos, Wahyu K
BANGKAPOS.COM, BELITUNG--Yusril Ihza Mahendra dan adiknya Yusron Ihza ikut mengantar jenazah kakak kandungnya, Yuslim Ihza, Rabu (25/1/2012) pagi di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) , Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Selain Yusril dan Yusron, Leo, keponakan Yusril yang sebelumnya pernah mencalonkan diri menjadi Bupati Beltim dalam Pemilukada 2010 ikut bergabung bersama keluarga besar. Rombongan menumpang pesawat dari Jakarta ke Belitung untuk membawa jenazah Yuslim
"Semua keluarga yang ada di Jakarta datang semua untuk mengantarkan Beliau (Yuslim)," kata Yusril kepada bangkapos.com, Rabu (25/1/2012) pagi.
Yuslim Izha (66) kakak kandung Yusril Ihza Mahendra, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Salak, Bogor, Jawa Barat, masih sempat bertemu dengan keluarga dan beberapa adiknya termasuk Yusril Ihza Mahendra, ketika berada di rumah anaknya di Bogor, Selasa (23/1/2012).
Usai menyantap buah jeruk berukuran kecil, almarhum merasa sakit pada bagian perut dan mengalami kembung. Sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Salak, untuk menjalani perawatan. Namun nyawa almarhum sudah tidak tertolong lagi.
"Habis makan buah jeruk, cuma satu, buah jeruk kecil. Nggak lama, beliau (almarhum), ngeluh sakit perut, sempat muntah-muntah. Jadi langsung dibawa ke Rumah Sakit Salak. Kira-kira habis magrib tadi, beliau sudah menghembuskan nafas terakhirnya," ungkap Yulian (42) putra pertama almarhum yang berada di Bogor, saat dihubungi Grup Bangka Pos tadi malam.
Ia menuturkan sejak sekitar tiga bulan belakangan ini, almarhum orang tuanya tersebut sebelumnya sempat keluar masuk rumah sakit di Bogor, karena mengalami sangkit komplikasi, serta tulang belakang setelah jatuh sekitar satu tahun lalu, saat masih berada di Belitung.
Yuslim sepanjang hidupnya menetap di Beltim. Berbeda dengan adik-adiknya memilih karir politik, Yuslim memilih sebagai guru. Bahkan dia tidak berminata meninggalkan kampung halamannya di Beltim hingga akhir hayatnya. (bev/k1/pos belitung)
BANGKAPOS.COM, BELITUNG--Yusril Ihza Mahendra dan adiknya Yusron Ihza ikut mengantar jenazah kakak kandungnya, Yuslim Ihza, Rabu (25/1/2012) pagi di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) , Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Selain Yusril dan Yusron, Leo, keponakan Yusril yang sebelumnya pernah mencalonkan diri menjadi Bupati Beltim dalam Pemilukada 2010 ikut bergabung bersama keluarga besar. Rombongan menumpang pesawat dari Jakarta ke Belitung untuk membawa jenazah Yuslim
"Semua keluarga yang ada di Jakarta datang semua untuk mengantarkan Beliau (Yuslim)," kata Yusril kepada bangkapos.com, Rabu (25/1/2012) pagi.
Yuslim Izha (66) kakak kandung Yusril Ihza Mahendra, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Salak, Bogor, Jawa Barat, masih sempat bertemu dengan keluarga dan beberapa adiknya termasuk Yusril Ihza Mahendra, ketika berada di rumah anaknya di Bogor, Selasa (23/1/2012).
Usai menyantap buah jeruk berukuran kecil, almarhum merasa sakit pada bagian perut dan mengalami kembung. Sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Salak, untuk menjalani perawatan. Namun nyawa almarhum sudah tidak tertolong lagi.
"Habis makan buah jeruk, cuma satu, buah jeruk kecil. Nggak lama, beliau (almarhum), ngeluh sakit perut, sempat muntah-muntah. Jadi langsung dibawa ke Rumah Sakit Salak. Kira-kira habis magrib tadi, beliau sudah menghembuskan nafas terakhirnya," ungkap Yulian (42) putra pertama almarhum yang berada di Bogor, saat dihubungi Grup Bangka Pos tadi malam.
Ia menuturkan sejak sekitar tiga bulan belakangan ini, almarhum orang tuanya tersebut sebelumnya sempat keluar masuk rumah sakit di Bogor, karena mengalami sangkit komplikasi, serta tulang belakang setelah jatuh sekitar satu tahun lalu, saat masih berada di Belitung.
Yuslim sepanjang hidupnya menetap di Beltim. Berbeda dengan adik-adiknya memilih karir politik, Yuslim memilih sebagai guru. Bahkan dia tidak berminata meninggalkan kampung halamannya di Beltim hingga akhir hayatnya. (bev/k1/pos belitung)
Penulis : wahyu
Editor : albana
Rekomendasi Facebook
