Jamro Damaikan Ricuh Final Bupati Basel Cup
Bangkapos.com - Kamis, 26 Januari 2012 19:29 WIB

bangkapos.com/iwan satriawan
Kapolres Basel AKBP M Yusup berusaha menenangkan keributan yang terjadi di tengah Lapangan sepakbola Stadion Junjung Besaoh
Berita Terkait
- Polemik TPP DPPKAD Basel Berlanjut
- Pencuri Gondol Rp 22 Juta di Lemari Ahen
- Jangan Hiraukan Telepon Gelap Penipuan
- Kasat: Uang Curian Dihabiskan untuk Pesta Sabu
- Sikat Uang Kolektor Timah, Residivis Didor
- 89 Guru Se-Basel Terima Sertifikasi
- 304 Siswa Se-Basel Ikut FL2SN
- Aparat Tertibkan TI di Teluk Pau Desa Nadung
- Rina Tarol akan ke KPK Tanya Soal TPP Basel
- TPP DPPKAD Basel Bisa Melemahkan Kinerja PNS Lain
Laporan Wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pertandingan final memperebutkan gelar juara pertama Bupati Basel Cup antara PS Jeriji dan PS Pasir Putih, Kamis (26/1/2012) sore di stadion Junjung Besaoh Toboali berakhir ricuh. Skor kedua kesebelasan dalam posisi imbang 2-2.
Penonton tiba-tiba berhamburan masuk ke lapangan dan memukuli pemain.
Dalam kejadian ini, dua orang pemain PS Pasir Putih yaitu Dideng dan Doni terpaksa di larikan ke RSUD Bangka Selatan akibat dipukul penonton.
Ironisnya keributan ini terjadi tepat di depan mata pimpinan daerah kabupaten Bangka Selatan yaitu Bupati Basel H Jamro, Kapolres AKBP M Yusup dan Ketua DPRD Basel H Ansori Norman.
Dalam kericuhan tersebut pihak Pol PP dan anggota Polres Basel sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk meredam keributan.
Sejumlah pihak menyayangkan kejadian memalukan tersebut karena terjadi pada even yang bertujuan memeriahkan HUT ke-9 Basel.
Informasi yang dihimpun bangkapos.com saat kericuhan terjadi, pertandingan antara PS Jeriji dan Pasir Putih sebenarnya dalam hitungan menit akan segera berakhir. Skor sama kuat 2-2.
Sebelumnya, saat pertandingan mendadak tiba-tiba salah seorang pemain melakukan pelanggaran. Selanjutnya terjadi keributan di tengah lapangan antara pemain dua kesebelasan tersebut.
Sementara itu, penonton pendukung dua kesebelasan yang berada di luar lapangan langsung menyerbu dan memukuli pemain di lapangan.
"Dideng luka berat pada bagian kepala dipukul pakai besi potongan tiang gawang. Nggak tahu bagaimana, ada pelanggaran dan tiba-tiba penonton masuk dan memukuli pemain," ungkap salah seorang pemain PS Pasir Putih.
Bersamaan insiden keributan tersebut, akhirnya pertandingan langsung terhenti.
Setelah keributan mereda, Bupati Basel H Jamro bersama Kapolres dan ketua DPRD langsung mengumpulkan Kedua tim yang bertanding di tengah lapangan dan meminta mereka menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
"Saya harapkan masalah ini sampai disini saja. Selesaikan secara persaudaraan. Karena, baiknya Bangka Selatan ada di tangan kita-kita ini juga," imbuh Jamro.
Ia menegaskan dalam pertandingan final Bupati Basel Cup kedua kesebelasan sama-sama menjadi juara.
"Semuanya juara Satu dan tidak ada lagi pertandingan, cukup sampai di sini. Ketua tim, manajer kades mari kita selesaikan sama-sama. Harapan kita ini kejadian yang pertama dan terakhir," pinta Jamro.
Usai mendengarkan arahan bupati, pemain kedua kesebelasan selanjutnya bersalam-salaman disambut sorak-sorai penonton.
Manto sekretaris PSSI memohon maaf atas kejadian yang terjadi pada final bupati Basel Cup.
"Untuk Semen Padang besok kita pake standar SOP pelaksanaan pertandingan. Yang boleh masuk pinggir lapangan hanya panitia , perangkat pertandingan, official dan pemain, tim kemanan dan kesehatan," ujar Manto.
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pertandingan final memperebutkan gelar juara pertama Bupati Basel Cup antara PS Jeriji dan PS Pasir Putih, Kamis (26/1/2012) sore di stadion Junjung Besaoh Toboali berakhir ricuh. Skor kedua kesebelasan dalam posisi imbang 2-2.
Penonton tiba-tiba berhamburan masuk ke lapangan dan memukuli pemain.
Dalam kejadian ini, dua orang pemain PS Pasir Putih yaitu Dideng dan Doni terpaksa di larikan ke RSUD Bangka Selatan akibat dipukul penonton.
Ironisnya keributan ini terjadi tepat di depan mata pimpinan daerah kabupaten Bangka Selatan yaitu Bupati Basel H Jamro, Kapolres AKBP M Yusup dan Ketua DPRD Basel H Ansori Norman.
Dalam kericuhan tersebut pihak Pol PP dan anggota Polres Basel sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk meredam keributan.
Sejumlah pihak menyayangkan kejadian memalukan tersebut karena terjadi pada even yang bertujuan memeriahkan HUT ke-9 Basel.
Informasi yang dihimpun bangkapos.com saat kericuhan terjadi, pertandingan antara PS Jeriji dan Pasir Putih sebenarnya dalam hitungan menit akan segera berakhir. Skor sama kuat 2-2.
Sebelumnya, saat pertandingan mendadak tiba-tiba salah seorang pemain melakukan pelanggaran. Selanjutnya terjadi keributan di tengah lapangan antara pemain dua kesebelasan tersebut.
Sementara itu, penonton pendukung dua kesebelasan yang berada di luar lapangan langsung menyerbu dan memukuli pemain di lapangan.
"Dideng luka berat pada bagian kepala dipukul pakai besi potongan tiang gawang. Nggak tahu bagaimana, ada pelanggaran dan tiba-tiba penonton masuk dan memukuli pemain," ungkap salah seorang pemain PS Pasir Putih.
Bersamaan insiden keributan tersebut, akhirnya pertandingan langsung terhenti.
Setelah keributan mereda, Bupati Basel H Jamro bersama Kapolres dan ketua DPRD langsung mengumpulkan Kedua tim yang bertanding di tengah lapangan dan meminta mereka menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
"Saya harapkan masalah ini sampai disini saja. Selesaikan secara persaudaraan. Karena, baiknya Bangka Selatan ada di tangan kita-kita ini juga," imbuh Jamro.
Ia menegaskan dalam pertandingan final Bupati Basel Cup kedua kesebelasan sama-sama menjadi juara.
"Semuanya juara Satu dan tidak ada lagi pertandingan, cukup sampai di sini. Ketua tim, manajer kades mari kita selesaikan sama-sama. Harapan kita ini kejadian yang pertama dan terakhir," pinta Jamro.
Usai mendengarkan arahan bupati, pemain kedua kesebelasan selanjutnya bersalam-salaman disambut sorak-sorai penonton.
Manto sekretaris PSSI memohon maaf atas kejadian yang terjadi pada final bupati Basel Cup.
"Untuk Semen Padang besok kita pake standar SOP pelaksanaan pertandingan. Yang boleh masuk pinggir lapangan hanya panitia , perangkat pertandingan, official dan pemain, tim kemanan dan kesehatan," ujar Manto.
Penulis : IwanS
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
