
- Keluarga Korban Perang Kunjungi Muntok
- Korban Tabrak Lari Dapat Bantuan Teman
- Ekspor Tambang Harus Siapkan Hilirisasi
- Kapolres Beltim: Darah Saya AB, Siap Didonor
- Polres Beltim Siap Bantu Warga yang Butuh Darah
- Lakalantas Akibat Kelalaian Manusia
- Delapan Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Xenia
- Bocah Penderita DBD Meninggal
- L Anak yang Mandiri
- Women Club Targetkan 150 Kantong Darah
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
BANGKAPOS.COM, GUNUNGKIDUL - Kepolisian Gunung Kidul langsung melakukan olah TKP di rumah pasangan suami istri yang dibantai saat tidur. Korban suami istri tersebut adalah Musilah (50) dan Samidi (52) yang tak lain warga Temuireng II, Girisuko, Panggang, Gunung Kidul.
Olah TKP dipimpin oleh Wakapolres Gunung Kidul Kompol Saiful Anwar dan Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Heru Muslimin.
Semua penjuru rumah diperiksa dan diselidiki. Bercak darah, pun masih tersisa di kamar korban dan juga lantai milik korban. Polisi juga sudah membatasi rumah duka, dengan police line (garis polisi)
Sementara, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan saksi. "Sejauh ini, kami baru melakukan pendalaman, kami selidiki motifnya terlebih dahulu," jelas Kapolres Gunungkidul, AKBP Asep Nalaludin.
Pihaknya, mengaku tidak gegabah dalam melakukan pemeriksaan. Ia juga menjelaskan, bahwa ada kemungkinan, pembunuhan ini sudah direncanakan.
Kejadian pembunuhan sadis itu diduga terjadi saat Kamis (26/1/2012) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Musilah sempat dibawa ke rumah sakit namun tewas di perjalanan.
Informasi yang dihimpun Tribunnews.com, sebelum kejadian, korban tidur di dalam rumah. Tiba-tiba saja disambangi orang yang tak dikenal. Bahkan, informasinya, pelaku sempat memutus aliran listrik, sehingga keadaan menjadi gelap.
Dalam kegelapan itu, pelaku langsung menghunuskan senjata tajam ke leher musilah. Sementara, suaminya, Samidi, mengalami bacokan di bagian perut, tangan dan kepala, saat hendak menolong Musilah.