MURI Catat Rekor 'Teratai Raksasa' di Sungailiat
Bangkapos.com - Senin, 30 Januari 2012 23:24 WIB

bangkapos.com/dedy marjaya
Berita Terkait
- Proyek Jalan Sudirman Sungailiat Disorot
- Tingkat Hunian Hotel Parai Capai 60 Persen
- Berkas Perkara Lakakerja Tambang di Nihil
- Atap Venue Bulutangkis Orom Masuk ABT
- APMS Dikuasai Preman, Nelayan Air Saga Susah Dapat…
- SDN 10 Sungailiat Juara I Pawai Budaya
- Jumani: Rukan di Jalan Pemuda Dilengkapi IMB
- Kawasan Jalan Pemuda Sungailiat Masih Status Quo
- Stan BLH Terbaik di Pameran HUT Sungailiat
- Perkara Masuk Kejari Sungailiat Kini Sepi
Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Replika Bunga Teratai raksasa mulai berdiri untuk memeriahkan perayaan Imlek di kawasan Jalan Muhidin Sungailiat. Replika berdiameter 4 meter dan tinggi 5 meter mendapat perhatian warga yang ingin menyaksikannya.
Pantauan bangkapos.com sejumlah pekerja masih melakukan pengerjaan replika bunga teratai raksasa tersebut, Senin (30/1/2012).
Menurut Kwet Tjhun selaku koordinator kegiatan replika teratai yang dibuat menghabiskan dana sekitar Rp 40 juta dengan pengerjaan selama dua minggu.
Dana pembuatan berasal dari donatur dan warga keturunan Tionghoa, termasuk Dinas Pariwisata Bangka. Sampai sejauh ini, menurut Kwet Tjhun, Museum Rekor Indonesia (MURI) telah mencatat sebanyak tiga rekor terkait replika yang berlangsung di Bangka.
Sebelumnya ,pada perayaan Imlek lalu tercatat rekor Martabak Bangka (halovan). Tahun berikutnya. rekor untuk replika Naga hingga replika Bunga Teratai raksasa.
"Ini salah satu kegiatan untuk memeriahakn Imleh 2563 di kawasan Jalan Muhidin Pasar Sungailiat," kata Kwet Tjhun.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Replika Bunga Teratai raksasa mulai berdiri untuk memeriahkan perayaan Imlek di kawasan Jalan Muhidin Sungailiat. Replika berdiameter 4 meter dan tinggi 5 meter mendapat perhatian warga yang ingin menyaksikannya.
Pantauan bangkapos.com sejumlah pekerja masih melakukan pengerjaan replika bunga teratai raksasa tersebut, Senin (30/1/2012).
Menurut Kwet Tjhun selaku koordinator kegiatan replika teratai yang dibuat menghabiskan dana sekitar Rp 40 juta dengan pengerjaan selama dua minggu.
Dana pembuatan berasal dari donatur dan warga keturunan Tionghoa, termasuk Dinas Pariwisata Bangka. Sampai sejauh ini, menurut Kwet Tjhun, Museum Rekor Indonesia (MURI) telah mencatat sebanyak tiga rekor terkait replika yang berlangsung di Bangka.
Sebelumnya ,pada perayaan Imlek lalu tercatat rekor Martabak Bangka (halovan). Tahun berikutnya. rekor untuk replika Naga hingga replika Bunga Teratai raksasa.
"Ini salah satu kegiatan untuk memeriahakn Imleh 2563 di kawasan Jalan Muhidin Pasar Sungailiat," kata Kwet Tjhun.

Penulis : deddy_marjaya
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
