Kamis, 11 Juni 2026

Bumbu Bawal Goreng Bakar Lebih Meresap

Salah satu menu hidangan ikan yang menjadi santapan favorit di Kota Bandung

Tayang:
Editor: suhendri
zoom-inlihat foto Bumbu Bawal Goreng Bakar Lebih Meresap
Tribun Jabar
Ikan Bawal Goreng Bakar
BANGKAPOS.COM, BANDUNG - Salah satu menu hidangan ikan yang menjadi santapan favorit di Kota Bandung adalah bawal. Di Bandung memang banyak warung dan restoran yang menyediakan menu ikan bawal. Namun warung makan yang menyajikan bawal melalui proses goreng dan bakar sekaligus sedikitnya ada di tiga warung makan yaitu Reds Dipo, Bajak Lauk, dan Om Duleh.

Menu berbahan dasar bawal yang menjadi favorit di Reds Dipo adalah menu bawal hitam goreng bakar. Menurut Aprie, sang pemilik Reds Dipo, menu ini ditemukan secara tidak sengaja.

"Awalnya ada pelanggan yang pesan menu bawal bakar tapi ternyata pesanan yang datang itu ternyata bawal goreng. Si pelanggan itu minta bawalnya dibakar. Lalu kami coba ternyata rasanya enak juga. Sejak itu menu itu jadi andalan kami," ujar Aprie.

Dengan membakar bawal setelah digoreng membuat tekstur ikan jadi garing di luar tapi tetap lembut di dalam. Serta bau amisnya pun hilang. Menu andalan ini dihargai Rp 25 ribu per porsi. Yang spesial dari menu bawal di sini adalah sambalnya. Ada tiga jenis sambal yang bisa dipilih untuk menemani makan bawal. Ada sambal dadak, sambal matang, dan sambal kecap.

"Yang paling spesial adalah sambal dadak. Terbuat dari campuran rawit lembang dan bawang putih yang diuleg lalu disiram minyak yang dipakai menggoreng ikan," jelas pemilik bernama lengkap Prie Aprianto Wibowo. Cita rasa yang dihasilkannya adalah pedas sekali dari rawit lembang dan gurih dari siraman minyak yang dipakai untuk menggoreng ikan.

Untuk bawalnya sengaja dipilih bawal laut. "Bawal laut itu durinya lebih sedikit jadi tidak perlu khawatir untuk memakannya seperti makan ikan air tawar," kata Aprie.

Selain bawal laut hitam, warung makan yang berlokasi di Jalan Dipatiukur ini juga menyediakan bawal putih yang konon digemari oleh etnis China.

Berbeda dengan Reds Dipo yang menggunakan bawal hitam, Bajak Lauk punya menu unggulan bawal laut putih dan juga bawal super. Menurut sang pemilik, Sofyan Arief Fesa, bawal putih itu punya rasa yang lebih gurih dan enak.

Cara masaknya dengan menggoreng lalu membakar membuat waktu memasaknya lebih singkat karena lebih cepat matang. Seekor bawal putih seberat 200-230 gram dihargai Rp 17 ribu sedangkan untuk bawal super Rp 20 ribuan.

Untuk menemani makan bawal, kedai yang berlokasi di dekat kampus Universitas Padjadjaran Jalan Dipatiukur ini punya beberapa pilihan sambal dengan cita rasa berbeda-beda. Ada sambal bajak, sambal nelayan yang pedas, sambal kecap yang pedas manis, dan sambal dabu-dabu yang pedas asam. Dari keempat sambal itu, sambal nelayan menjadi favorit.

"Sambal ini terbuat dari campuran rawit yang besar-besar, bawang putih, bawang merah. Sengaja dibuat sangat pedas karena pedasnya itu bisa nambah selera makan," ujar Sofyan.

Seperti Bajak Lauk, Om Duleh juga memilih bawal putih sebagai bahan baku utama. "Daging bawal putih itu lebih gurih dan lebih lembut," kata Hendra Hernawan, Supervisor Om Duleh.

Om Duleh pun memasak bawalnya dengan cara menggoreng lalu membakarnya. "Dengan cara ini ikan menjadi dua kali dibumbui. Sehingga bumbunya lebih menyerap dan rasanya lebih gurih," ujar Hendra.

Untuk menemani makan bawal, warung makan di Jalan Hasanudin No 26 ini punya dua jenis sambal, yaitu sambal bebek yang superpedas dan sambal kecap yang manis pedas. Untuk seporsi bawal seberat 200-250 gram dihargai Rp 12 ribu.

Yang istimewa dari makan bawal di sini adalah pilihan nasi yang disediakan. Ada lima jenis nasi yang bisa dipilih untuk disantap dengan sajian bawal goreng bakar yaitu nasi liwet, nasi putih, nasi merah, nasi tutug oncom, dan nasi pepes bakar.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved