Sabtu, 7 Maret 2015
Home » Kolom » Opini

Menuju Pemilukada yang Berkualitas

Rabu, 1 Februari 2012 11:27 WIB

"KPUD sebagai wasit sekaligus promotor pemilukada sejatinya harus steril dari konflik kepentingan terhadap salah satu kontestan. Jangan sampai terjadi oknum penyelenggara pemilukada justru menjadi agen politik..."

KENDATI sudah mendekati titik puncak pesta demokrasi pemilihan Babel 1, belum begitu terasa nuansa persaingan ataupun perang  argumentasi visi misi calon kepala daerah. 

Apakah ini berarti  telah semakin dewasanya publik melewati momentum pemilukada ataukah para pemilih telah terlanjur bersikap apatis akibat harapan perbaikan hidup yang tak kunjung sesuai keinginan?
Tetapi yang jelas semua berharap penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah  di Provinsi Babel dapat secara demokratis, tertib, dan berkualitas, sehingga iklim kondusif di Kabupaten/Kota se-Babel tetap terjaga.

Pemilukada yang Berkualitas

Setidaknya ada lima indikator pemilukada yang berkualitas yaitu pertama, proses penyelengaraannya sangat minim konflik. Walaupun secara alami konflik dalam pemilukada sulit dihindari karena pada momentum inilah partai politik akan berjuang sekuat tenaga dan amunisinya untuk meraih kursi kekuasaan. 

Di dalam Negara demokrasi pemilu merupakan mekanisme yang sah dan baku untuk meraih kursi kekuasaan. Itulah yang menjadikan semua partai politik akan menggalang kekuatan dan amunisi untuk meraih kemenangan dalam pemilu. 

Pada titik inilah potensi benturan konflik tidak bisa dihindari karena syahwat  kekuasaan  akan berhadapan dengan hukum yang harus ditegakkan dan dihormati sebagai aturan main untuk menjaga ketertiban dan memberikan kepastian hukumnya.

Potensi konflik pemilukada juga dapat muncul dari penyelenggara pemilu karena kurang memiliki integritas, kualitas, profesionalitas, dan konsistensi dalam menjalankan tugasnya.

KPUD sebagai wasit sekaligus promotor pemilukada sejatinya harus steril dari konflik kepentingan terhadap salah satu kontestan. Jangan sampai terjadi oknum penyelenggara pemilukada justru menjadi agen politik para pasangan calon sehingga dalam menjalankan tugas otomatis jauh dari  netral dan dipastikan akan hilang independensinya.

Halaman12
Editor: dedypurwadi
Sumber: bangkapos.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas