Polisi Buru Oknum DPRD
Aparat kepolisian Polda Kalimantan Tengah, meminta bantuan Mabes Polri untuk menciduk
Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan Budiardi datang ke Habib Rizieq untuk meminta agar ormas itu membuka cabang di Kalimantan Tengah dengan maksud untuk minta perlindungan terhadap aksi ilegal yang ia lakukan.
Selain itu, saat ini Budiardi lagi diburu polisi, karena diduga sebagai otak aksi pengrusakan kebun sawit dan pencurian tandan buah segar sawit di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan Kalteng, Desember 2011 silam.
Polres Seruyan sudah lama berupaya mengejar salah satu oknum anggota Dewan setempat, dia diduga sebagai aktor dari pengrusakan lahan perkebunan kelapa sawit milik Perusahaan Perkebunnan HGU PT Wana Sawit Subur Lestari yang berlokasi di Desa Bahaur Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan, 7 Desember tahun lalu, dan beberapa kasus pencurian buah sawit yang mencapai 2 ton di perusahaan tersebut.
Polres Seruyan, juga masih memproses adanya laporan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit PT WSSL terkait aksi pengrusakan pohon kelapa sawit yang dilakukan oleh sebanyak 12 orang warga yang diduga sebagai suruhan anggota DPRD Seruyan tersebut.
Sudah tiga kali panggilan polisi yang dilayangkan kepada anggota DPRD yang diduga sebagai aktor intelektualnya tersebut, tetapi yang bersangkutan kabur ke Jakarta dan meminta bantuan hukum kepada FPI.
Kabag Ops Polres Seruyan, Kompol Dedi Yunus, Kamis (16/2/2012) mengatakan setelah pihaknya melakukan interogasi terhadap 12 orang pelaku pengrusakan itu, semuanya menyatakan mereka merupakan orang suruhan dari oknum anggota dewan tersebut terkait belum ditangapinya klaim ganti rugi lahan yang dikehendaki kepada perusahaan sebesar Rp 7 miliar.
Kompol Dedi mengatakan saat ini kasus Budiardi sudah diserahkan kepada Ditreskrimkum, Polda Kalteng untuk menanganinya. "Kami sudah menyerahkan kasusnya kepada Polda Kalteng untuk memeroses kasusnya," katanya. (faturahman/www.tribunkalteng.com)