Jet Tempur Cegat Pesawat yang Dekati Helikopter Obama
Bangkapos.com - Jumat, 17 Februari 2012 09:20 WIB

globalsecurity
Marine One, helikopter kepresiden AS
Berita Terkait
- Bill Clinton Sebut Barack Obama Presiden Amatiran
- Obama Setuju Perkawinan Sejenis
- Lawatan Obama ke Kabul Nyaris Bocor
- Obama di Mata Bekas Pacarnya
- Obama Pulang, Bom Mobil Meledak di Kabul
- Obama Mendadak ke Afganistan
- 20 PSK Terlibat Skandal Seks Pengawal Obama
- Pengawal Obama Terlibat Prostitusi
- Obama: Pemilik Rp 9 M Bayar Pajak Lebih Besar
- Februari 2012, Dana Kampanye Obama Capai 45 Juta Dollar…
BANGKAPOS.COM, LOS ANGELES - Dua jet tempur F-16 AS mencegat pesawat kecil yang tersesat di wilayah udara larangan terbang di sekitar helikopter Presiden Barack Obama di Los Angeles, Kamis (16/2/2012).
Setelah digeledah, lebih dari 20 pon atau sekitar 10 kilogram mariyuana ditemukan di dalam pesawat pengganggu itu, kata para pejabat.
Dua jet tempur F-16 diluncur dari March Air Reserve Base, di sebelah timur Los Angeles, oleh para pejabat Komando Pertahanan Angkasa Amerika Utara (NORAD) untuk mewaspadai pelanggaran wilayah udara "di sekitar" Bandara Internasional Los Angeles, kata juru bicara NORAD, Michael Kucharek.
Dua jet tempur tersebut melakukan kontak dengan pilot pesawat Cessna 182, yang bermesin tunggal. Pilot pesawat itu menurut dia diperintahkan untuk mendarat di Long Beach Airport. "Pilot itu melakukan pendaratan tanpa insiden," kata Kucharek kepada kantor berita Reuters.
Juru bicara Dinas Rahasia AS, Ed Donovan, mengatakan para agen menanyakan pilot itu. Dari hasil interogasi disimpulkan, pilot tersebut tidak berniat untuk menyakiti atau mencederai Obama.
Sejauh ini, belum ada keterangan apakah pilot itu akan menghadapi tuntutan pidana sehubungan dengan kejadian tersebut. Namun sebuah sumber dari pihak penegakan hukum yang telah diberitahu tentang insiden itu mengatakan, pihak berwenang menemukan 10 kilogram, atau 22 pon, mariyuana di pesawat terebut.
Obama terbang dengan helikopter Gedung Putih, Marine One, dari Los Angeles ke masyarakat pesisir Corona Del Mar dan kembali Kamis pagi untuk acara pengumpulan dana. Anggota korp pers Gedung Putih melakukan perjalan yang sama di helikopter Marinir yang lain yang terbang di dekat helikopter Obama. Namun mereka tidak melihat tanda gangguan atau insiden di udara.
Begitu tiba kembali di Los Angeles, Obama langsung naik Air Force One dan terbang ke San Francisco.
Setelah digeledah, lebih dari 20 pon atau sekitar 10 kilogram mariyuana ditemukan di dalam pesawat pengganggu itu, kata para pejabat.
Dua jet tempur F-16 diluncur dari March Air Reserve Base, di sebelah timur Los Angeles, oleh para pejabat Komando Pertahanan Angkasa Amerika Utara (NORAD) untuk mewaspadai pelanggaran wilayah udara "di sekitar" Bandara Internasional Los Angeles, kata juru bicara NORAD, Michael Kucharek.
Dua jet tempur tersebut melakukan kontak dengan pilot pesawat Cessna 182, yang bermesin tunggal. Pilot pesawat itu menurut dia diperintahkan untuk mendarat di Long Beach Airport. "Pilot itu melakukan pendaratan tanpa insiden," kata Kucharek kepada kantor berita Reuters.
Juru bicara Dinas Rahasia AS, Ed Donovan, mengatakan para agen menanyakan pilot itu. Dari hasil interogasi disimpulkan, pilot tersebut tidak berniat untuk menyakiti atau mencederai Obama.
Sejauh ini, belum ada keterangan apakah pilot itu akan menghadapi tuntutan pidana sehubungan dengan kejadian tersebut. Namun sebuah sumber dari pihak penegakan hukum yang telah diberitahu tentang insiden itu mengatakan, pihak berwenang menemukan 10 kilogram, atau 22 pon, mariyuana di pesawat terebut.
Obama terbang dengan helikopter Gedung Putih, Marine One, dari Los Angeles ke masyarakat pesisir Corona Del Mar dan kembali Kamis pagi untuk acara pengumpulan dana. Anggota korp pers Gedung Putih melakukan perjalan yang sama di helikopter Marinir yang lain yang terbang di dekat helikopter Obama. Namun mereka tidak melihat tanda gangguan atau insiden di udara.
Begitu tiba kembali di Los Angeles, Obama langsung naik Air Force One dan terbang ke San Francisco.
Editor : suhendri
Sumber : Kompas.com
Rekomendasi Facebook
