26 Situs Pasmah Diteliti Tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Bangkapos.com - Sabtu, 18 Februari 2012 17:11 WIB

google.com
Ilustrasi: Situs Pasmah
Berita Terkait
- Remaja Australia Makin Kecanduan Situs Porno
- Model Hot Ini Marah Fotonya Dipasang di Situs Porno
- 42 Situs Ditutup untuk Redam Rumor
- Situs Wujudkan.com Bantu Industri Kreatif Indonesia
- Efektivitas Pemblokiran Situs Porno Hanya 0,1 Persen
- Suharman: Sejarah Masa Lalu Bisa Jadi Daya Tarik Wisata
- Wisata Sejarah Layak Dilindungi
- Situs Gunung Padang Lebih Tua dari Piramida Giza di…
- Sejuta Situs Porno Telah Diblokir
- Situs yang Paling Banyak Dikunjungi Tahun Ini
BANGKAPOS.COM, LAHAT - Tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kerja sama dengan Balai Arkeologi melakukan penelitian terhadap 26 situs di Pasmah wilayah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu.
"Tim yang melakukan penelitian terhadap arca-arca Pasmah ini terdiri atas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kerja sama dengan Balai Arkeologi Pusat dan Palembang, beranggotakan lima orang," kata Ketua Tim Demplon, di Lahat, Sabtu.
Menurut dia, penelitian atau survei terhadap 26 situs yang berada di wilayah Kabupaten Lahat ini berlangsung 12 hari dengan mengambil lokasi di Kecamatan Jarai, Pajar Bulan dan Muarapayang. "Kemudian termasuk situs yang terdapat di beberapa daerah lainnya," ungkap dia.
Ia mengatakan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola dan gambaran batu-batu di Pasmah yang memiliki cukup banyak peninggalan bersejarah umurnya sudah mencapai ribuan tahun.
Namun demikian, kata dia, penemuan itu membuktikan jika daerah Pasmah kaya akan peninggalan sejarah, termasuk jenis dan bentuknya juga berbeda bila dibandingkan dengan yang ada di tempat lain.
Sementara itu, dari Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti mengatakan, penelitian terhadap berbagai jenis benda bersejarah yang terdapat di daerah tanah Pasemah meliputi Kota Pagaralam dan Lahat, sudah dilakukan sejak tahun 1992, bila ditotal sudah mencapai ribuan megalitik ditemukan.
"Batu megalit berhasil ditemukan baik melalui penemuan langsung oleh warga setempat, maupun dilakukan penggalian meliputi beberapa jenis, yaitu tetralith, batu datar, dolmen, lumpang batu, lesung batu, batu gelang dan bilik batu, kubur batu, menhir, arca dan masih banyak yang lainnya," kata dia.
Dia mengatakan, cukup banyak megalitik tersebar di daerah Pasemah berhasil diungkap, dan saat ini sudah masuk dalam cagar budaya.
"Sebagian penemuan benda bersejarah ini sudah menjadi pengawasan BP3 Jambi dan sudah ada juru peliharanya," ungkap dia.
Ia mengatakan, untuk arca atau megalit yang sudah masuk dalam pengawasan Balai Arkeologi sudah dilakukan pembebasan lahan, pemagaran lokasi situs dan termasuk menunjuk juru pelihara agar bisa menjaga serta merawat keberadaan berbagai peninggalan bersejarah tersebut.
"Sebetulnya cukup banyak peninggakan bersejarah sudah ditemukan di Lahat dan Pagaralam, seperti situs kubur batu berbentuk anggunan rumah batu ditemukan di areal perkebunan kopi Desa Talang Pagarangung, Kecamatan Pajar Bulan, arca manusia dililit ular Tanjung Aro Pagaralam, 15 rumah batu, lumpang batu, lesung batu, menhir, dolmen dan masih banyak yang lainnya," kata dia lagi.
"Tim yang melakukan penelitian terhadap arca-arca Pasmah ini terdiri atas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kerja sama dengan Balai Arkeologi Pusat dan Palembang, beranggotakan lima orang," kata Ketua Tim Demplon, di Lahat, Sabtu.
Menurut dia, penelitian atau survei terhadap 26 situs yang berada di wilayah Kabupaten Lahat ini berlangsung 12 hari dengan mengambil lokasi di Kecamatan Jarai, Pajar Bulan dan Muarapayang. "Kemudian termasuk situs yang terdapat di beberapa daerah lainnya," ungkap dia.
Ia mengatakan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola dan gambaran batu-batu di Pasmah yang memiliki cukup banyak peninggalan bersejarah umurnya sudah mencapai ribuan tahun.
Namun demikian, kata dia, penemuan itu membuktikan jika daerah Pasmah kaya akan peninggalan sejarah, termasuk jenis dan bentuknya juga berbeda bila dibandingkan dengan yang ada di tempat lain.
Sementara itu, dari Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti mengatakan, penelitian terhadap berbagai jenis benda bersejarah yang terdapat di daerah tanah Pasemah meliputi Kota Pagaralam dan Lahat, sudah dilakukan sejak tahun 1992, bila ditotal sudah mencapai ribuan megalitik ditemukan.
"Batu megalit berhasil ditemukan baik melalui penemuan langsung oleh warga setempat, maupun dilakukan penggalian meliputi beberapa jenis, yaitu tetralith, batu datar, dolmen, lumpang batu, lesung batu, batu gelang dan bilik batu, kubur batu, menhir, arca dan masih banyak yang lainnya," kata dia.
Dia mengatakan, cukup banyak megalitik tersebar di daerah Pasemah berhasil diungkap, dan saat ini sudah masuk dalam cagar budaya.
"Sebagian penemuan benda bersejarah ini sudah menjadi pengawasan BP3 Jambi dan sudah ada juru peliharanya," ungkap dia.
Ia mengatakan, untuk arca atau megalit yang sudah masuk dalam pengawasan Balai Arkeologi sudah dilakukan pembebasan lahan, pemagaran lokasi situs dan termasuk menunjuk juru pelihara agar bisa menjaga serta merawat keberadaan berbagai peninggalan bersejarah tersebut.
"Sebetulnya cukup banyak peninggakan bersejarah sudah ditemukan di Lahat dan Pagaralam, seperti situs kubur batu berbentuk anggunan rumah batu ditemukan di areal perkebunan kopi Desa Talang Pagarangung, Kecamatan Pajar Bulan, arca manusia dililit ular Tanjung Aro Pagaralam, 15 rumah batu, lumpang batu, lesung batu, menhir, dolmen dan masih banyak yang lainnya," kata dia lagi.
Editor : asmadi
Sumber : Kompas.com
Rekomendasi Facebook
