Gara-gara Omongan, Gun Bunuh Frendi
Bangkapos.com - Senin, 20 Februari 2012 21:25 WIB
Berita Terkait
- Tim SAR Rusia Kurangi Personel di TKP
- Cewek Pub Tewas Ditikam Tamunya
- Wanita Penghibur Dihabisi Tamunya
- Dodi Tewas Diamuk Massa
- Polisi Selidiki Pembunuh Rena
- Gembong Curanmor Lintas Daerah Didor
- Sadis, Setelah Dipukul Anak Digantung
- Oknum Polisi dan Wartawan Dilaporkan
- Perempuan Cantik Dibunuh Usai Menikah
- Penyerangan Mapolsek Berbuntut
Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gun (21) warga asal lingkungan Air Ruai kecamatan Pemali yang diduga sebagai tersangka pembunuh Frendi (15) warga lingkungan jalan Batin Tikal, Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, sempat berkelit saat diperiksa pihak polisi.
Gun kepada bangkapos.com, Senin (20/2/2012) mengatakan, dirinya terpaksa menghabisi nyawa Frendi karena tersinggung atas omongan korban, terlebih korban diakuinya sempat menolak permohonannya untuk meminjamkan sepeda motor milik korban sebelum kejadian pada sabtu (4/2/2012) malam itu.
"Saya tersinggung gara-gara omongan korban. Waktu saya bermaksud hendak meminjamkan sepeda motornya namun korban malah tak memberi pinjaman," ungkap Gun.
Seperti yang dilansir bangkapos.com, kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/2/2012), korban bernama Frendi sempat berduel dengan Gun (tersangka --) di lokasi yang tak jauh dari tempat ditemukanya jasad korban, di kolong eks tambang kawasan gang Singkep Air Ruai Pemali.
"Saat kejadian itu korban sempat duel dengan tersangka. Dan dalam duel sengit tersebut keduanya menggunakan tangan kosong. Saat duel itu, korban dikalahkan oleh tersangka, bahkan keduanya sempat kecebur di dalam kolong tempat ditemukanya jasad korban," kata Kasat reskrim polres Bangka AKP Wedy Mahadi seizin Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto, Senin (20/2/2012).
Wedy mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, korban yang diduga kalah dalam perkelahian tersebut, korban pun sempat tak sadarkan diri pada Sabtu (4/2/2012) malam. Melihat hal itu, tersangka menenggelamkan korban di dalam kolong eks tambang tersebut, dengan kondisi tangan dan kaki terikat oleh seutas tali plastik termasuk leher korban pun diikat menggunakan sobekan baju milik korban sendiri yang dilakukan oleh tersangka.
"Dalam kondisi tak berdaya itulah, korban diduga langsung dibenamkan ke dalam kolong dengan kondisi tangan, kaki dan leher korban diikat dengan baju korban yang sudah disobek pelaku dan diberi pemberat pasir," jelasnya.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gun (21) warga asal lingkungan Air Ruai kecamatan Pemali yang diduga sebagai tersangka pembunuh Frendi (15) warga lingkungan jalan Batin Tikal, Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, sempat berkelit saat diperiksa pihak polisi.
Gun kepada bangkapos.com, Senin (20/2/2012) mengatakan, dirinya terpaksa menghabisi nyawa Frendi karena tersinggung atas omongan korban, terlebih korban diakuinya sempat menolak permohonannya untuk meminjamkan sepeda motor milik korban sebelum kejadian pada sabtu (4/2/2012) malam itu.
"Saya tersinggung gara-gara omongan korban. Waktu saya bermaksud hendak meminjamkan sepeda motornya namun korban malah tak memberi pinjaman," ungkap Gun.
Seperti yang dilansir bangkapos.com, kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/2/2012), korban bernama Frendi sempat berduel dengan Gun (tersangka --) di lokasi yang tak jauh dari tempat ditemukanya jasad korban, di kolong eks tambang kawasan gang Singkep Air Ruai Pemali.
"Saat kejadian itu korban sempat duel dengan tersangka. Dan dalam duel sengit tersebut keduanya menggunakan tangan kosong. Saat duel itu, korban dikalahkan oleh tersangka, bahkan keduanya sempat kecebur di dalam kolong tempat ditemukanya jasad korban," kata Kasat reskrim polres Bangka AKP Wedy Mahadi seizin Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto, Senin (20/2/2012).
Wedy mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, korban yang diduga kalah dalam perkelahian tersebut, korban pun sempat tak sadarkan diri pada Sabtu (4/2/2012) malam. Melihat hal itu, tersangka menenggelamkan korban di dalam kolong eks tambang tersebut, dengan kondisi tangan dan kaki terikat oleh seutas tali plastik termasuk leher korban pun diikat menggunakan sobekan baju milik korban sendiri yang dilakukan oleh tersangka.
"Dalam kondisi tak berdaya itulah, korban diduga langsung dibenamkan ke dalam kolong dengan kondisi tangan, kaki dan leher korban diikat dengan baju korban yang sudah disobek pelaku dan diberi pemberat pasir," jelasnya.
Penulis : ryan augusta
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
