Ibu Dua Anak Dibakar Hidup-hidup
Bangkapos.com - Senin, 20 Februari 2012 13:27 WIB

TRIBUN KALTIM - BALIKPAPAN/FACHMI RACHMAN
ilustrasi
Berita Terkait
- Peneriak Maling pada Korban Pembakaran Sudah Ditangkap
- Arif: Dua Orang Tewas Dibakar Massa Bukan Polisi
- Polisi Dibakar Massa
- Posko Cagub Dibakar OTD
- Bujang Ketangkap Mencuri, Motor Dibakar Massa
- Kian Mencekam, Warga Tak Berani Keluar
- Ini Pemicu Kerusuhan di Kobar
- Kotawaringin Barat Mencekam
- Kapolres: Pelaku Pembakaran Sudah Kami Identifikasi
- Rumah Dinas Bupati Dibakar Massa
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Seorang ibu dari dua anak, dibakar hidup-hidup setelah dituduh melakukan praktik sihir, di wilayah Nepal tengah.
Seperti diberitakan oleh BBC, Senin (20/2/2012), Dhegani Mahato (40), diserang, dan dibakar oleh anggota keluarga, setelah seorang dukun menuduhnya memantrai salah satu kerabatnya, hingga jatuh sakit.
Menurut anggota kepolisian, Hira Mani Baral, serangan itu terjadi di hari Jumat, (17/2/2012), di Bagauda, Kabupaten Chitwan, sekitar 80 kilometer (50 mil) barat daya dari ibukota Nepal, Kathmandu.
Dhegani, ungkapnya baru saja selesai membersihkan kandang sapi, di Jumat pagi, ketika ia diserang. Tanpa perlawanan ia dipukuli menggunakan tongkat dan batu sebelum disiram dengan minyak tanah dan dibakar.
Mirisnya, penganiyaan Dhegani disaksikan oleh putrinya yang masih berusia 9 tahun. Tetangganya mengatakan kepada polisi, mereka mengetahui kejadian tersebut, namun saat itu sudah terlambat untuk menyelamatkannya.
Pihaknya menurut Hira, telah menangkap 10 orang yang dinilai paling bertanggung jawab dalam insiden main hakim tersebut itu, di mana di antara mereka termasuk dua orang dukun, lima wanita dan seorang anak berusia 8 tahun.
"Mereka yang ditangkap telah mengakui kejahatan mereka dan akan dikenakan dengan pasal pembunuhan," katanya.
Pemerintah memberikan 1 juta rupee Nepal (sekitar $ 14.000) sebagai kompensasi untuk dua anak Dhegani. (cnn)
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Seorang ibu dari dua anak, dibakar hidup-hidup setelah dituduh melakukan praktik sihir, di wilayah Nepal tengah.
Seperti diberitakan oleh BBC, Senin (20/2/2012), Dhegani Mahato (40), diserang, dan dibakar oleh anggota keluarga, setelah seorang dukun menuduhnya memantrai salah satu kerabatnya, hingga jatuh sakit.
Menurut anggota kepolisian, Hira Mani Baral, serangan itu terjadi di hari Jumat, (17/2/2012), di Bagauda, Kabupaten Chitwan, sekitar 80 kilometer (50 mil) barat daya dari ibukota Nepal, Kathmandu.
Dhegani, ungkapnya baru saja selesai membersihkan kandang sapi, di Jumat pagi, ketika ia diserang. Tanpa perlawanan ia dipukuli menggunakan tongkat dan batu sebelum disiram dengan minyak tanah dan dibakar.
Mirisnya, penganiyaan Dhegani disaksikan oleh putrinya yang masih berusia 9 tahun. Tetangganya mengatakan kepada polisi, mereka mengetahui kejadian tersebut, namun saat itu sudah terlambat untuk menyelamatkannya.
Pihaknya menurut Hira, telah menangkap 10 orang yang dinilai paling bertanggung jawab dalam insiden main hakim tersebut itu, di mana di antara mereka termasuk dua orang dukun, lima wanita dan seorang anak berusia 8 tahun.
"Mereka yang ditangkap telah mengakui kejahatan mereka dan akan dikenakan dengan pasal pembunuhan," katanya.
Pemerintah memberikan 1 juta rupee Nepal (sekitar $ 14.000) sebagai kompensasi untuk dua anak Dhegani. (cnn)
Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews
Rekomendasi Facebook
