Kamis, 11 Juni 2026

61 Orang Positif Malaria di Bangka

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka,Provinsi Bangka Belitung, Januari 2012 telah menemukan 61 orang ...

Tayang:
Editor: Dedy Purwadi
zoom-inlihat foto 61 Orang Positif Malaria di Bangka
www.sehatnews.com
BANGKAPOS.COM--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka,Provinsi Bangka Belitung, Januari 2012 telah menemukan 61 orang dinyatakan positif terkena malaria atau meningkat dibandingkan periode yang sama 2011 hanya 32 orang karena banyaknya warga pendatang di daerah itu.

"Penyumbang terbanyak penderita malaria adalah warga pendatang yang bekerja di sektor pertambangan karena kebanyakan mereka tinggal di hutan," ujar Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bangka, Suprihyono di Sungailiat, Senin (20/2/2012).

Ia mengatakan, untuk menekan bertambahnya jumlah penyakit tersebut Dinkes bekerja sama dengan seluruh instansi terkait akan berupaya meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat dengan harapan ke depannya jumlah penderita menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

"Saya berharap seluruh pihak terkait dapat saling bekerja sama dalam menekan jumlah penderita malaria, karena pencegahan penyakit tersebut bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinkes melainkan setiap orang yang ada di daerah itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, 61 orang positif malaria pada Januari 2012 tersebut dengan rincian Puskesmas Sungailiat menangani enam orang, Sinar Baru tiga orang, Kenanga 15 orang, Pemali tiga orang, Bakam satu orang, Belinyu 14 orang, Riau Silip lima orang, Baturusa empat orang, Petaling satu orang dan pasien dari 33 Puskesmas pembantu sembilan orang.

Sementara jumlah pasien klinis malaria sebanyak 924 orang dengan rincian Puskesmas Sungailiat 148 orang, Sinar Baru 69 orang, Kenanga 92 orang, Pemali 71 orang, Bakam 43 orang, Belinyu 205 orang, Gunung Muda 24 orang, Riau Silip 103 orang, Baturusa 62 orang, Puding Besar 14 orang, Petaling 89 orang, Penagan empat orang dan pasien di 33 Pustu 180 orang.

"Jumlah klinis malaria lebih banyak karena sebagian orang yang datang ke setiap Puskemas memiliki ciri-ciri menderita malaria, namun setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium ternyata hasilnya negatif," ujarnya.

Sementara jumlah masyarakat yang dinyatakan positif malaria selama 2011 sebanyak 508 orang dengan rincian Puskesmas Sungailiat 51 orang, Sinar Baru 23 orang, Kenanga 68 orang, Pemali 21 orang.

Kemudian Bakam 17 orang, Belinyu 154 orang, Gunung Muda 10 orang, Riau Silip 15 orang, Baturusa 49 orang, Puding Besar enam orang, Petaling 29 orang dan pasien yang dirawat di 33 Pustu 65 orang.

Sedangkan pasien klinis malaria sebanyak Puskesmas Sungailiat 2.121 orang, Sinar Baru 637 orang, Kenanga 910 orang, Pemali 918 orang, Bakam 493 orang, Belinyu 1.591 orang, Gunung Muda 493 orang, Riau Silip 480 orang, Baturusa 657 orang, Puding Besar 290 orang, Petaling 905 orang dan pasien yang dirawat di 33 Pustu 913 orang.

Ia mengatakan, nyamuk penyebab penyakit malaria lebih suka bersarang di tempat-tempat kotor seperti saluran air dan lainnya karena tempat tersebut dijadikan sebagai sarang perkembangbiakannya, sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan tempat tinggalnya.
Namun, menurut dia, permasalahan  yang terjadi selama ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat terutama di pedesaan di daerah itu dalam menjaga kebersihan tempat tinggalnya terlebih bagi mereka yang pendatang, sehingga mereka sering terserang malaria.

Untuk itu, kata dia, diimbau kepada seluruh masyarakat di daerah itu ke depannya agar dapat menjaga kebersihan lingkungan minimal di sekitar tempat tinggalnya untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria, sehingga pertambahan jumlah penderita penyakit tersebut dapat ditekan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved