
- Warga Jungku Datangi Kantor PLN Muntok
- Heyder Bachsin dan Aditya Recodianty Teridentifikasi
- Barang Milik Korban Sukhoi akan Dikembalikan
- Jenazah Korban Sukhoi Diserahkan 23 Mei
- Tim DVI Habiskan Rp 800 Juta Untuk Identifikasi Korban…
- Identifikasi 45 Jenazah Korban Sukhoi Selesai
- Tim DVI Kesulitan Identifikasi Korban Sukhoi
- Keluarga Ingin Publikasi Nama Korban Sukhoi Serentak
- Jenazah Kakak dan Adik Belum Teridentifikasi
- KaRutan: Keterangan Pers dengan KaKanwil
Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sekitar 11 keluarga dari korban Perang Dunia (PD) II 1949 asal Australia, Inggris, Singapura dan Malaysia berkunjung ke Muntok Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (21/2/2012). Tujuannya, guna mengenang keluarganya yang gugur di Kampung Menjelang, Penjara dan Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok.Selain itu mereka juga mengunjungi Penjara (Rutan Muntok) untuk memasang plakat sebagai tanda bahwa di penjara tersebut. Ternyata, ada anggota keluarga mereka yang meninggal di dipenjara yang dilakukan oleh Kolonial Jepang.
“Kemudian mereka juga berkunjung ke Kampung Menjelang, yakni ke tempat camp wanita, tempat penjara tentara dan perawat dari Australia dan Inggris. Salah seorang perawat juga tentara Australia bernama Vivian (perawat dan tentara berpangkat kapten), yang sempat ditawan oleh Tentara Jepang” kata Ketua Muntok Heritage Community (MHC) Choirul Amri kepada bangkapos.com Selasa (21/2/2012).
Dikatakan Amri, ketika Jepang jatuh di 1949, Vivian dikeluarkan
dari penjara oleh tentara Jepang. Vivian kembali ke Australia dan menulis sejarah
tersebut.
“Ada keluarganya Vivian ikut ke sini, mereka tahu juga dari tulisan buku sejarah, salah satu penghubung sehingga mereka sampai sini, karena peran dari Pak Rizki (Kepala Pusat Metalurgi PT Timah Tbk) Muntok yang tahu banyak tentang sejarah tersebut,” jelas Amri.
