Nenek Bayi tak Rela Cucunya Diadopsi
Bangkapos.com - Selasa, 21 Februari 2012 20:26 WIB
Berita Terkait
- Jamro Ajak Dialog Warganya yang Demo
- Warga Datangi Kantor Bupati Basel
- Aparat Berjaga-jaga di Kantor Bupati Basel
- Nelayan Pangkalarang Bangun Dermaga Baru
- Dewan Sambut Baik Peninjauan Ulang TPP
- Sekda Basel Bentuk Tim Tinjau Ulang Perbup
- Sabet 5 Emas Silat, Belitung tak Terkejar
- Polemik TPP DPPKAD Basel Berlanjut
- APMS Dikuasai Preman, Nelayan Air Saga Susah Dapat…
- Kasat: Uang Curian Dihabiskan untuk Pesta Sabu
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kendati ada warga yang berniat untuk mengadopsi bayi perempuan yang diduga kuat dibuang ibunya, Selasa (21/2/2012) di wilayah Lalang Tunu Kelurahan Tanjung Ketapang. Namun, pihak keluarga tidak bersedia bayi tersebut diambil orang lain.
Supri adik ipar Sri Rahayu sang ibu yang tega membuang anaknya kepada bangkapos.com mengungkapkan kabar dibuangnya keponakannya sudah diketahui keluarga mereka di Pulau Jawa.
"Kedua orang tua kami bilang jangan dikasih dengan orang lain, kalau saya tidak sanggup biar orang tua di Jawa yang merawatnya," ungkap Supri di klinik bidan Filyana.
Menurut Supri, kakak iparnya selama ini tidak pernah mengaku kalau dirinya hamil. Bahkan saat sudah melahirkan pun kakaknya suami Sri tidak mengetahuinya.
"Dia baru enam bulan menyusul dari Jawa ke sini (Bangka Selatan). Coba dia bilang kalau hamil dan melahirkan, kan tidak seperti ini jadinya," keluh Supri.
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kendati ada warga yang berniat untuk mengadopsi bayi perempuan yang diduga kuat dibuang ibunya, Selasa (21/2/2012) di wilayah Lalang Tunu Kelurahan Tanjung Ketapang. Namun, pihak keluarga tidak bersedia bayi tersebut diambil orang lain.
Supri adik ipar Sri Rahayu sang ibu yang tega membuang anaknya kepada bangkapos.com mengungkapkan kabar dibuangnya keponakannya sudah diketahui keluarga mereka di Pulau Jawa.
"Kedua orang tua kami bilang jangan dikasih dengan orang lain, kalau saya tidak sanggup biar orang tua di Jawa yang merawatnya," ungkap Supri di klinik bidan Filyana.
Menurut Supri, kakak iparnya selama ini tidak pernah mengaku kalau dirinya hamil. Bahkan saat sudah melahirkan pun kakaknya suami Sri tidak mengetahuinya.
"Dia baru enam bulan menyusul dari Jawa ke sini (Bangka Selatan). Coba dia bilang kalau hamil dan melahirkan, kan tidak seperti ini jadinya," keluh Supri.
Penulis : IwanS
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
