Bayi yang Dibuang belum Dinamai
Bangkapos.com - Rabu, 22 Februari 2012 21:13 WIB

BANGKAPOS.COM/IWAN SATRIAWAN
Bupati Bangka Selatan H Jamro sempat menjenguk ibu dan bayinya di Klinik Bidan, Toboali, Rabu (22/2/2012).
Berita Terkait
- Jamro Ajak Dialog Warganya yang Demo
- Warga Datangi Kantor Bupati Basel
- Aparat Berjaga-jaga di Kantor Bupati Basel
- Nelayan Pangkalarang Bangun Dermaga Baru
- Dewan Sambut Baik Peninjauan Ulang TPP
- Sekda Basel Bentuk Tim Tinjau Ulang Perbup
- Sabet 5 Emas Silat, Belitung tak Terkejar
- Polemik TPP DPPKAD Basel Berlanjut
- APMS Dikuasai Preman, Nelayan Air Saga Susah Dapat…
- Kasat: Uang Curian Dihabiskan untuk Pesta Sabu
Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Hingga Rabu (22/2/2012) bayi perempuan yang dibuang ibunya di Kampung Lalang Tunu Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali belum memiliki nama.
Bayi tersebut kendati fisiknya sudah stabil, bersama ibunya masih mendapatkan perawatan di Klinik Bidan Filyana.
Saat dikunjungi Bupati Bangka Selatan, ibu bayi Sri Rahayu terlihat masih tergolek lemah. Ia sebelumnya sempat mengalami pendarahan usai melahirkan.
"Kondisi keduanya sudah membaik. Ibunya sudah mau makan. Sebenarnya mereka sudah boleh pulang," ungkap bidan Filyana.
Ia menjelaskan, sang suami memang sebelumnya tidak mengetahui istrinya hamil. Bahkan istrinya melahirkan pun sang suami tidak mengetahuinya lantaran saat bersamaan sedangg berjualan bakso keliling.
"Dia (Sri Rahayu-red) baru enam bulan ke Bangka. Jadi suaminya tidak menyangka dia hamil, memang sebelumnya suaminya sempat pulang ke Jawa. Mungkin waktu pulang itu langsung jadi," papar Filyana.
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Hingga Rabu (22/2/2012) bayi perempuan yang dibuang ibunya di Kampung Lalang Tunu Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali belum memiliki nama.
Bayi tersebut kendati fisiknya sudah stabil, bersama ibunya masih mendapatkan perawatan di Klinik Bidan Filyana.
Saat dikunjungi Bupati Bangka Selatan, ibu bayi Sri Rahayu terlihat masih tergolek lemah. Ia sebelumnya sempat mengalami pendarahan usai melahirkan.
"Kondisi keduanya sudah membaik. Ibunya sudah mau makan. Sebenarnya mereka sudah boleh pulang," ungkap bidan Filyana.
Ia menjelaskan, sang suami memang sebelumnya tidak mengetahui istrinya hamil. Bahkan istrinya melahirkan pun sang suami tidak mengetahuinya lantaran saat bersamaan sedangg berjualan bakso keliling.
"Dia (Sri Rahayu-red) baru enam bulan ke Bangka. Jadi suaminya tidak menyangka dia hamil, memang sebelumnya suaminya sempat pulang ke Jawa. Mungkin waktu pulang itu langsung jadi," papar Filyana.
Penulis : IwanS
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
