
- Polisi Tangkap 6 Pelaku Bom Ambon
- Heyder Bachsin dan Aditya Recodianty Teridentifikasi
- Barang Milik Korban Sukhoi akan Dikembalikan
- Jenazah Korban Sukhoi Diserahkan 23 Mei
- Tim DVI Habiskan Rp 800 Juta Untuk Identifikasi Korban…
- Identifikasi 45 Jenazah Korban Sukhoi Selesai
- Tim DVI Kesulitan Identifikasi Korban Sukhoi
- Keluarga Ingin Publikasi Nama Korban Sukhoi Serentak
- Jenazah Kakak dan Adik Belum Teridentifikasi
- Kopassus dan Paskah Dampingi Tim Rusia Cari FDR Sukhoi
BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Tiga Pesawat tempur Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan, melaksanakan uji dinamis Bom Tajam buatan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) bekerja sama dengan PT Pindad. Uji coba dilakukan di Lanud Iswahjudi dengan sasaran Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012).
Dalam siaran persnya, TNI AU menyatakan, ketiga pesawat Sukhoi tersebut menguji Bom Tajam Nasional (BTN)-250 dan Bom Latih Asap Practice (BLA P)-50, dengan tujuan untuk mengetahui daya ledak serta ketepatan sasaran. Kepala Penerangan dan Perpustakan (Kapentak) Kapentak Lanud Iswahjudi, Mayor Sutrisno, menuturkan jika uji coba Bom Tajam Nasional (BTN)-250 tersebut sukses sesuai dengan yang diharapkan, serta mendapat sertifikat kelaikan dari Dislitbangau, kemandirian di bidang alat utama sistem senjata atau alutsista akan terwujud.
"Sehingga pesawat TNI-AU, khususnya Sukhoi memiliki bom sendiri tanpa tergantung dari luar negeri," katanya.
Uji coba disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsekal Pertama TNI Basuki Purwanto, mulai dari pemasangan bom di body maupun wing pesawat Sukhoi hingga pelaksanaan pengeboman di AWR Pandanwangi, Lumajang.