Dedi Setiadi: Film Indonesia Tinggalkan Karakter Bangsa
Bangkapos.com - Rabu, 22 Februari 2012 22:00 WIB

bangkapos.com/zulkodri
Dedi Setiadi
Berita Terkait
- Bupati Harus Berani Tertibkan Kapal Isap
- Polsek Koba Ringkus Buron Curanmor
- Zamhari Pertanyakan "Proyek Air Jangkang"
- Kapal ke Bangka kembali Berbalik Arah
- Kapal Isap Harus Angkat Kaki dari Parai
- Ini Penyebab Amdal Tak Sesuai Realita di Lapangan
- Indra Akui Ada Dokumen Copy Paste
- Belum Ada Jaminan Reklamasi, Penambangan di Laut Menggiurkan
- Amdal Hanya Bagian dari Proses Perizinan Kapal Isap
- Indra: Banyak yang Tak Paham Amdal, Tetapi Berkomentar
Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sutradara kondang Indonesia Dedi Setiadi mengatakan saat ini, film Indonesia berada pada masa-masa terburuk.
Sebab film yang ditampilkan belakangan ini kebanyakan tidak menampilkan karakter bangsa, melainkan lebih mengedepankan komersil belaka antara lain yang beredar kebanyakan film horor, serta dibumbui adegan untuk orang dewasa.
"Tanpa disadari maupun disadari film sejenis itu telah menurunkan moral anak bangsa. Sehingga menurunkan wibawa film Indonesia," ungkap Dedi kepada bangkapos.com, Rabu (22/02/2012) saat ditemui disela-sela casting Film Mentari dari Kurau di Gedung Serba Guna Kecamatan Koba.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman, mengarap sebuah film, justru lebih banyak diintervensi oleh produser. Sejauh ini lanjutnya, di Indonesia ini, kebayakan produser besar itu, dari luar Indonesia.
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sutradara kondang Indonesia Dedi Setiadi mengatakan saat ini, film Indonesia berada pada masa-masa terburuk.
Sebab film yang ditampilkan belakangan ini kebanyakan tidak menampilkan karakter bangsa, melainkan lebih mengedepankan komersil belaka antara lain yang beredar kebanyakan film horor, serta dibumbui adegan untuk orang dewasa.
"Tanpa disadari maupun disadari film sejenis itu telah menurunkan moral anak bangsa. Sehingga menurunkan wibawa film Indonesia," ungkap Dedi kepada bangkapos.com, Rabu (22/02/2012) saat ditemui disela-sela casting Film Mentari dari Kurau di Gedung Serba Guna Kecamatan Koba.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman, mengarap sebuah film, justru lebih banyak diintervensi oleh produser. Sejauh ini lanjutnya, di Indonesia ini, kebayakan produser besar itu, dari luar Indonesia.
Penulis : zulkodri
Editor : emil
Rekomendasi Facebook
