Korban Genthong Malu Diperiksa Polisi
Bangkapos.com - Rabu, 22 Februari 2012 23:11 WIB

SURYA
Mujianto, gay pembunuh asal Nganjuk saat dipertemukan dengan ayah angkatnya. Mereka berbicara dengan berbisik. Mujianto menutupi wajahnya saat dipotret wartawan.
Berita Terkait
- Ini Daftar 16 Korban Gay Asal Nganjuk
- Korban Diracun Lalu Diajak Bercinta
- Gila, Gay Nganjuk Bangga Bisa Tewaskan Korban
- Joko Bantah Jadi Kekasih Mujianto
- Polisi Sita Video Porno dari Rumah Joko
- Mujianto si Pembunuh Berantai Suka Bernyanyi
- Mujianto Akui Bunuh 9 Orang Sejak 2011
- Mujianto Jadi Monster Pembunuh karena Dikhianati
Laporan Wartawan Surya, Amru Muiz
BANGKAPOS.COM, NGANJUK - Polisi berhasil mendata 16 korban, alamat maupun lokasi tempat pembiusan yang dilakukan Mujianto (24) alias Genthong. Sayangnya, korban yang masih hidup enggan memenuhi panggilan polisi dengan alasan malu.
Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono mengatakan, pihaknya akan mengerahkan personel khusus untuk mendatangi korban Mujianto guna melengkapi berkas penyidikan.
Diakui Anggoro, korban pembiusan dilakukan sejak Juli 2011. Modus yang dipakai semuanya sama, yakni mengajak bertemu korban di terminal bus atau tempat lain, selanjutnya diajak jalan-jalan kemudian mampir di warung.
Sesampai di warung, korban disuguhi makanan atau minuman yang sebelumnya sudah dicampur dengan racun tikus oleh Mujianto. Setelah itu, korban diajak berhubungan intim di toilet SPBU. Setelah sekarat, korban ditinggalkan pelaku setelah sebelumnya melucuti harta korban.
“Melihat adanya kemiripan modus pembiusan kami menduga itu semua dilakukan oleh tersangka Mujianto. Tapi semuanya bisa berubah, karena sekarang masih dalam penyidikan dan pembuktian,” tukas Anggoro.
Disisi lain, kata Anggoro, pihaknya akan segera melimpahkan kasus pembiusan Mujianto ke Kejaksaan Negeri Nganjuk dengan korban Mohammad Fais (hidup) dan Romadhon (meninggal).
Selain itu, berkas tersangka penadah atau pembeli ponsel, Sutrisno (30) warga kelurahan Bogo Kecamatan Nganjuk. “Kami sudah tanda tangani suratnya, dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan,” tegas Anggoro.
BANGKAPOS.COM, NGANJUK - Polisi berhasil mendata 16 korban, alamat maupun lokasi tempat pembiusan yang dilakukan Mujianto (24) alias Genthong. Sayangnya, korban yang masih hidup enggan memenuhi panggilan polisi dengan alasan malu.
Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono mengatakan, pihaknya akan mengerahkan personel khusus untuk mendatangi korban Mujianto guna melengkapi berkas penyidikan.
Diakui Anggoro, korban pembiusan dilakukan sejak Juli 2011. Modus yang dipakai semuanya sama, yakni mengajak bertemu korban di terminal bus atau tempat lain, selanjutnya diajak jalan-jalan kemudian mampir di warung.
Sesampai di warung, korban disuguhi makanan atau minuman yang sebelumnya sudah dicampur dengan racun tikus oleh Mujianto. Setelah itu, korban diajak berhubungan intim di toilet SPBU. Setelah sekarat, korban ditinggalkan pelaku setelah sebelumnya melucuti harta korban.
“Melihat adanya kemiripan modus pembiusan kami menduga itu semua dilakukan oleh tersangka Mujianto. Tapi semuanya bisa berubah, karena sekarang masih dalam penyidikan dan pembuktian,” tukas Anggoro.
Disisi lain, kata Anggoro, pihaknya akan segera melimpahkan kasus pembiusan Mujianto ke Kejaksaan Negeri Nganjuk dengan korban Mohammad Fais (hidup) dan Romadhon (meninggal).
Selain itu, berkas tersangka penadah atau pembeli ponsel, Sutrisno (30) warga kelurahan Bogo Kecamatan Nganjuk. “Kami sudah tanda tangani suratnya, dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan,” tegas Anggoro.
Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews
Rekomendasi Facebook
