Menristek: Pembangunan PLTN Diusulkan di Babel dan Kalsel
Bangkapos.com - Rabu, 22 Februari 2012 22:54 WIB

BBC
Inggris akan membangun delapan reaktor nuklir baru pada 2025 mendatang.
Berita Terkait
- Menhut Izinkan Pinjam Lahan untuk Studi PLTN di Babel
- Jepang Matikan Seluruh PLTN
- Pernyataan Menristek Perlu Dikaji Lagi
- Warga Sebut Zuhri Ingin Muluskan PLTN
- Sulastri Maki-maki Polisi
- Amri Ajak Semua Pihak Berpikir Rasional
- Bapeten dan Batan Sama-sama Survei di Muntok
- Bapeten Awasi Kerja Batan
- PLTN Belum Tentu Dibangun di Muntok
- Warga Berdoa PLTN Batal di Muntok
BANGKAPOS.COM, LEBAK - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menegaskan, pemerintah tetap ingin membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk kebutuhan sumber energi.
Gusti mengatakan, pemerintah saat ini sudah siap mengembangkan. Apabila masyarakat bersedia dan bisa menerima pembangunan PLTN, maka pemerintah akan merealisasikannya.
Pengembangan PLTN, kata Gusti, merupakan jawaban atas krisis sumber bahan bakar minyak. Ia mengatakan, 109 tahun lagi, sumber daya untuk mendukung produksi bahan bakar minyak akan habis.
Gusti menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan sosialisasi tentang PLTN. Targetnya, masyarakat menyadari manfaat tenaga nuklir. "Jika masyarakat siap maka kita siap membangun pabrik listrik tenaga nuklir," kata Gusti dalam pertemuan di Lebak, Jawa Barat, Rabu (22/2/2012).
Gusti mengatakan, dua lokasi yang diusulkan sebagai tempat pembangunan PLTN adalah Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedua lokasi tersebut dinilai cocok.
Menristek mengingatkan bahwa manfaat teknologi nuklir tidak hanya untuk sumber energi. Teknologi nuklir juga bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan.
Salah satu yang telah dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) adalah pengembangan padi unggul tahan hama, umur pendek, rasa enak dan produksi tinggi. Selain itu, teknologi nuklir juga bermanfaat dalam bidang kedokteran, terutama mendukung diagnosa penyakit.
Gusti mengatakan, pemerintah saat ini sudah siap mengembangkan. Apabila masyarakat bersedia dan bisa menerima pembangunan PLTN, maka pemerintah akan merealisasikannya.
Pengembangan PLTN, kata Gusti, merupakan jawaban atas krisis sumber bahan bakar minyak. Ia mengatakan, 109 tahun lagi, sumber daya untuk mendukung produksi bahan bakar minyak akan habis.
Gusti menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan sosialisasi tentang PLTN. Targetnya, masyarakat menyadari manfaat tenaga nuklir. "Jika masyarakat siap maka kita siap membangun pabrik listrik tenaga nuklir," kata Gusti dalam pertemuan di Lebak, Jawa Barat, Rabu (22/2/2012).
Gusti mengatakan, dua lokasi yang diusulkan sebagai tempat pembangunan PLTN adalah Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Kedua lokasi tersebut dinilai cocok.
Menristek mengingatkan bahwa manfaat teknologi nuklir tidak hanya untuk sumber energi. Teknologi nuklir juga bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan.
Salah satu yang telah dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) adalah pengembangan padi unggul tahan hama, umur pendek, rasa enak dan produksi tinggi. Selain itu, teknologi nuklir juga bermanfaat dalam bidang kedokteran, terutama mendukung diagnosa penyakit.
Editor : suhendri
Sumber : Kompas.com
Rekomendasi Facebook
