Rabu, 10 Juni 2026

'Ninja' Gasak Toko Emas

Aksi perampokan dengan sasaran toko emas kembali terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Kali ini sasarannya toko

Tayang:
zoom-inlihat foto 'Ninja' Gasak Toko Emas
Ahmad Faisol
Petugas tengah sibuk melakukan olah TKP di toko emas Srikandi, usai dirampok oleh sekitar enam orang yang bercadar.
BANGKAPOS.COM, SITUBONDO — Aksi perampokan dengan sasaran toko emas kembali terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Kali ini sasarannya toko emas "Srikandi" milik Supriyadi (52), yang berlokasi di Pasar Asembagus, Situbondo. Para pelaku bercadar ala ninja itu sempat mengobok-obok tiga brankas dalam toko emas milik warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, tersebut.

Perampok yang diperkirakan berjumlah enam orang bersenjata celurit itu berupaya meninggalkan jejak. Mereka memotong kabel dua CCTV yang terpasang dalam toko. Kawanan perampok itu juga membuat penjaga toko, Sanusi (42), tidak berkutik setelah dikalungi celurit.

Hingga berita ditulis, belum diketahui secara pasti jumlah kerugian yang dialami Supriyadi karena semua brankas rusak akibat dicongkel pelaku. "Menurut keterangan pemiliknya, sebelum toko ini tutup, semua emas dan uang dimasukkan ke brankas, sedangkan untuk mengetahui kerugian materi, kami masih akan mendatangkan teknisi dari Jember untuk membuka pintu brankas tersebut," kata Kasatreskrim Ajun Komisaris Sunarto, Selasa (28/2/2012).

Keterangan yang dihimpun menunjukkan, aksi perampokan diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, Selasa dini hari. Saat itu, Sanusi selaku penjaga toko yang merangkap jadi manul (tukang angkat barang), sedang mengangkat sayuran yang diturunkan dari truk di depan pasar. Pada saat mengangkut sayuran, Sanusi melihat ada orang yang mencurigakan di depan toko emas.

Saat didekati, tiga pelaku langsung menghampiri Sanusi. "Mereka langsung mengalungkan celurit ke leher. Saya jadi tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah. Saya melihat pelakunya sekitar enam orang. Semuanya menggunakan penutup wajah atau cadar," kata Sanusi kepada penyidik.

Selain dikalungi celurit, tangan, kaki, mulut dan mata Sanusi diikat dan diplakban. Setelah itu, kawanan perampok langsung menerobos masuk ke dalam toko emas dengan merusak pintu bagian belakang toko.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved