Baru Dua Bulan, Indah Sudah Mahir 'Menggoyang Wajan'
Bangkapos.com - Minggu, 4 Maret 2012 00:18 WIB

bangkapos.com/rusmiadi
Indah ditemani seorang perempuan satu kampunh denganya, sedang melimbang untuk mendapatkan bijih timah, di lokasi pembangan timah di Desa Sukamandi Kecamatan Damar, Sabtu (4/3/2012).
Berita Terkait
- Inilah Target Demo Karyawan PT Timah
- Agung : IKT Khawatir Nasib Perusahaan
- Karyawan PT Timah Rencanakan Demo
- Truk Bermuatan 9 Ton Timah Diamankan
- Penambang Timah Kocar-kacir
- Masa Bos-bos Timah Itu Divonis Ringan
- Hidayat Akhirnya Divonis 7 Bulan 15 Hari
- Ekspansi PT Timah ke Myanmar Tertunda
- Ekspansi PT Timah ke Myanmar Tertunda
- Seharusnya PT Timah Koordinasi dengan Camat
Laporan Wartawan Bangka Pos, Rusmiadi
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Indah (20) pendatang asal Gunung Kidul, Jawa Tengah, begitu lincah menggoyang wajan atau kuali dengan kedua tangannya, di atas air permukaan air yang mengalir untuk mencari bijih timah, di lokasi penambangan timah di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Sabtu (4/3/2012).
Ia saat itu ditemani seorang perempuan satu kampung halaman dengannya. Dengan mengenakan celana panjang, baju kaos lengan panjang, serta topi, nampak sudah basah kuyup, karena air selama melimbang timah.
Permukaan telapak tangan dan jarinya pun jadi keriput. Demi mendapatkan bijih timah dengan cara melimbang ini.
Indah yang baru dua bulan di Pulau Belitung, tinggal bersama bapak dan saudaranya di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit ini, nampak mulai mahir melimbang timah. Meski baru sekitar tiga minggu belakangan ini, secara rutin melimbang timah, pergi bersama tetangga satu kampung.
"Iya belajar pertamanya, gimana melimbang timah. Ternyata bisa juga. Kemarin dapat satu kilo lebih timah. Hari ini mungkin sama. Lumayanlah dari pada nggak ada kerjaan di rumah," ungkap lulusan SMK jurusan menjahit ini kepada bangkapos.com, Sabtu (4/3/2012).
Ia mengaku tidak masalah harus basah kuyup, serta berhari-hari dibawah terik sinar matahari untuk melimbang timah. Meskipun kadang tidak memperoleh hasil. Tapi ia tetap akan berusaha, untuk mendapatkan penghasilan, meskipun harus melimbang timah.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Indah (20) pendatang asal Gunung Kidul, Jawa Tengah, begitu lincah menggoyang wajan atau kuali dengan kedua tangannya, di atas air permukaan air yang mengalir untuk mencari bijih timah, di lokasi penambangan timah di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Sabtu (4/3/2012).
Ia saat itu ditemani seorang perempuan satu kampung halaman dengannya. Dengan mengenakan celana panjang, baju kaos lengan panjang, serta topi, nampak sudah basah kuyup, karena air selama melimbang timah.
Permukaan telapak tangan dan jarinya pun jadi keriput. Demi mendapatkan bijih timah dengan cara melimbang ini.
Indah yang baru dua bulan di Pulau Belitung, tinggal bersama bapak dan saudaranya di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit ini, nampak mulai mahir melimbang timah. Meski baru sekitar tiga minggu belakangan ini, secara rutin melimbang timah, pergi bersama tetangga satu kampung.
"Iya belajar pertamanya, gimana melimbang timah. Ternyata bisa juga. Kemarin dapat satu kilo lebih timah. Hari ini mungkin sama. Lumayanlah dari pada nggak ada kerjaan di rumah," ungkap lulusan SMK jurusan menjahit ini kepada bangkapos.com, Sabtu (4/3/2012).
Ia mengaku tidak masalah harus basah kuyup, serta berhari-hari dibawah terik sinar matahari untuk melimbang timah. Meskipun kadang tidak memperoleh hasil. Tapi ia tetap akan berusaha, untuk mendapatkan penghasilan, meskipun harus melimbang timah.
Penulis : rusmiadi
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com
Rekomendasi Facebook
