A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pemerintah Masih Abaikan Perempuan Korban Seksual - Bangka Pos
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Bangka Pos

Pemerintah Masih Abaikan Perempuan Korban Seksual

Minggu, 4 Maret 2012 13:32 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

BANGKAPOS.COM, JAKARTA
- Kekerasan seksual terhadap perempuan masih banyak terjadi. Tidak hanya di tempat sepi, bahkan di tempat-tempat umum di ibu kota pun kerap terjadi hingga saat ini.

Menurut data yang dihimpun Polda Metro Jaya Jakarta, terjadi peningkatan kasus perkosaan di angkutan umum kota sebesar 13,33 persen.

Jika pada tahun 2010 terjadi sekitar 60 kasus, di tahun 2011 meningkat mencapai 68 kasus.

Dian Novita, Humas Komite Nasional Perempuan Mardhika juga mencotohkan, bahwa di Kawasan Berikat Nusantar (KBN) Cakung Jakarta Utara misalnya, yang mayoritas pekerjanya perempuan tak jarang mendapat tindak pelecehan seksual ketika jalan ke tempat kerja maupun pulang kerjanya.

Bahkan, sambungnya, tak jarang perempuan harus mendapat pelecehan seksual terlebih dulu jika ingin mendapat pekerjaan maupun posisi yang bagus di kantornya.

"Hal ini hanya sedikit contoh dari situasi kerja negatif yang dialami banyak perempuan di Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Dian, pemerintah juga belum menyelesaikan kasus-kasus tersebut, yang banyak terjadi saat berbagai wilayah Indonesia sedang konflik. Banyak korban perempuan yang tak terjamah kebijakan pemerintah dalam hal rehabilitasinya.

"Contohnya tahun 1965 dan 1998. Masih banyak korban perkosaan massal pada tahun itu," cetusnya.

Ironisnya, imbuh Dian, peremintah hingga saat ini, tidak menjadikan isu perempuan menjadi target nasional.

"Mereka (pemerintah dan DPR) justru mengabaikan segala tindak kekerasan yang terjadi selama ini," sergahnya.
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
97869 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas