• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Bangka Pos

Satu Tewas, Ribuan Orang Mengungsi di Australia

Minggu, 4 Maret 2012 10:32 WIB
Satu Tewas, Ribuan Orang Mengungsi di Australia
Banjir yang terjadi di Australia
BANGKAPOS.COM, CANBERRA - Seorang pria tewas dan ribuan orang mengungsi dari rumah mereka dalam banjir yang melanda banyak daerah di negara bagian New South Wales dan Victoria.

Menurut ABC News , Minggu (4/3/2012) mayat seorang pria dari Victoria ditemukan di sebuah sungai kecil yang meluap setelah ia dan dua temannya terjebak ketika mencoba menyeberangi sungai itu.

Ketiganya terseret arus ketika keluar dari kendaraan mereka, tapi satu orang berhasil diselamatkan karena ia berpegang pada sebatang pohon dan seorang lainnya ditemukan kemudian.

Tim penyelam polisi ikut mencari orang yang hilang itu dan mayatnya ditemukan sekitar pukul 7 pagi.

Di Hawkesbury-Nepean Valley di sebelah barat Sydney, negara bagian New South Wales, hampir 2-ribu orang bermalam di pusat-pusat evakuasi atau menumpang di rumah sanak keluarga dan teman.

Hujan telah mereda di daerah itu, tapi perintah evakuasi masih berlaku di beberapa kota.

Aliran listrik terputus di sejumlah rumah oleh air bah dari Bendungan Warragamba, yang meluap untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.

Di negara bagian Victoria, hujan diprediksikan akan mereda tapi banjir akibat hujan deras selama seminggu diperkirakan baru akan surut beberapa hari lagi.
Lebih dari 70 persen negara bagian New South Wales dan banyak daerah luas di Victoria utara masih tergenang banjir.

Di ibukota Canberra, pihak berwenang mengeluarkan peringatan tentang banjir mendadak.

Kepala Dinas Keadaan Darurat Tony Graham mengatakan, kru-nya menerima hampir 100 permintaan tolong semalam, kebanyakan karena atap yang bocor, selain air yang muncul dari bawah tanah.
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
97833 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas