440 Orang Terjaring Operasi Premanisme
Dari delapan hari operasi premanisme yang digelar Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur,
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Dari delapan hari operasi premanisme yang digelar Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, mulai 24 Februari 2012 sampai 3 Maret 2012, 440 orang yang terdiri dari anak punk, anak jalanan, dan preman berhasil dijaring.
Operasi premanisme yang dipusatkan di 126 titik rawan yang berada di wilayah hukum Jakarta Timur, seperti Terminal Pulo Gadung, Kampung Melayu, dan Kampung Rambutan ini mengincar preman-preman yang kerap meresahkan masyarakat.
Yang terbukti melakukan tindak kejahatan selanjutnya diproses secara hukum sesuai dengan kesalahannya masing-masing.
"Mereka yang tidak terbukti, hanya difoto dan diminta sidik jarinya. Hal ini dilakukan untuk mendata mereka agar nantinya dapat lebih mudah melakukan penyelidikan jika suatu saat terjadi tindak kejahatan yang dilakukan," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Didik Hariyadi kepada Tribunnews.com, Senin (5/3/2012).
Didik merincikan penangkapan yang berada di lokasi hukum Polres Jakarta Timur dan laporan mengenai adanya kekerasan premanisme.
Untuk Polsek Pasar Rebo terdapat sembilan lokasi dan satu laporan, Polsek Cipayung ada 11 lokasi dan satu laporan, Polsek Kramat Jati 10 lokasi dan tiga laporan, Polsek Ciracas enam lokasi dan dua laporan.
"Polsek Jatinegara sembilan lokasi dan satu laporan, Polsek Duren Sawit tujuh lokasi dan dua laporan, Polsek Matraman lima lokasi dan dua laporan, Polsek Pulo Gadung lima lokasi dan dua laporan, Polsek Cakung 26 lokasi dan delapan laporan," imbuhnya.
Sedangkan di Polsek Makasar enam lokasi dan tiga laporan dan untuk Polres sebanyak 14 lokasi dan tiga laporan. “Total keseluruhan 126 lokasi dan jumlah laporannya sebanyak 25 laporan,” tukasnya.