• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Bangka Pos

Astaga...Obat Cacing pun Dikorupsi

Sabtu, 10 Maret 2012 11:19 WIB
Astaga...Obat Cacing pun Dikorupsi
net
ilustrasi.
BANGKAPOS.COM, PONTIANAK -- Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat meneruskan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan multivitamin dan obat anti cacing di Kabupaten Sanggau tahun 2006 dan 2007. Korupsi dengan modus menggelembungkan harga satuan obat itu merugikan negara sebesar Rp 7,1 miliar.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Djasman Panjaitan, Sabtu (10/3/2012) di Pontianak, mengatakan, sejauh ini sudah ada empat tersangka yang ditetapkan penyidik yaitu FP, pejabat pembuat komitmen (PPK) 2006; PAT 2007; RJB, ketua panitia lelang 2006-2007; dan MR, kepala perwakilan PT Rajawali Nusindo, rekanan pengadaan.

"Mark up nilai satuan multivitamin dan obat anti cacing antara tahun 2006 dan 2007 berbeda, tetapi pada kisaran 10 kali lipat dari harga pasaran," kata Djasman.

Kasus itu pernah disidik pada tahun 2008, tetapi kemudian menggantung karena ada mutasi jaksa. Djasman yang menjadi Kepala Kejati Kalbar sejak 2011 lalu, bertekad menuntaskan 21 tunggakan kasus yang ada, termasuk salah satunya kasus dugaan korupsi pengadaan multivitamin dan obat anti cacing itu.
Editor: ismed
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
98778 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas