Cuaca Ekstrem, Nelayan Rambat tak Melaut
Sebagian besar nelayan Desa Rambat Kecamatan Simpangteritip terpaksa menghentikan aktivitas
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebagian besar nelayan Desa Rambat Kecamatan Simpangteritip terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena cuaca ekstrem, yang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Besarnya ombak diikuti tiupan angin kencang membuat para nelayan setempat khawatir,
apalagi dengan keterbatasan peralatan melaut yang mereka miliki.
"Kalau mesin 5 PK beranilah kita, tapi mesin hanya 2 PK," ujar Burhan
(61), nelayan Desa Rambat saat ditemui bangkapos.com, Rabu (14/3/2012).
Menurut Burhan, dalam kondisi seperti ini kebanyakan nelayan pindah profesi. "Biasanya kalau cuaca pas normal mukat saja bisa dapat ikan pirang 5
kilo. Tapi kalau kondisi gini banyak nelayan yang memilih nailing (mencari pasir timah)," ujar
Burhan.