Warga Tionghoa Dukung Foke
Sebanyak 500 ribu lebih masyarakat Tionghoa yang tergabung dalam Komunitas HAKKA memberikan dukungan kepada Gubernur
Ketua Umum Komunitas HAKKA Sugeng Prananto mengatakan dukungan yang diberikan seluruh anggota komunitas tionghoa yang tergabung dalam HAKKA ini dikarenakan pembangunan yang dilakukan pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo sangat terasa di masyarakat tionghoa dan kalangan bawah terutama pembangunan Sumber Daya Manusia berupa kerukunan antar umat beragama.
“Selama lima tahun memimpin DKI banyak kemajuan bukan hanya
pembangunan fisik yang dilakukan Gubernur DKI Fauzi Bowo tetapi juga pembangunan beragama sangat terasa dengan adanya kerukunan antar umat di masyarakat,” kata Sugeng dalam siaran persnya,kepada Tribunnews.com, Minggu(18/2012).
Kebebasan dalam kerukunan beragama dan kepastian hukum inilah, menurut Sugeng membuat Jakarta menjadi tempat yang aman sehingga membuat dunia usaha merasa tenang tanpa harus dihantui dengan berbagai persoalan kerusuhan bernuansa sara seperti yang pernah terjadi tahun 1998 lampau.
“Kemampuan pemprov dalam mengelola kerukunan antar umat beragama dan etnis inilah yang membuat kami kalangan pengusaha Tionghoa menjadi tenang dalam berusaha di DKI.Selain itu, kebijakan yang jelas mengenai masalah perburuhan juga mendukung,” katanya.
Sugeng menjelaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus
diselesaikan oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo dalam membangun dan mencetak masyakarat Jakarta yang berpendidikan dan mempunyai kemampuan lebih dibanding dengan propinsi lain. Misalnya program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan dan penambahan balai latihan kerja di DKI.
“Program-program ini telah dicanangkan oleh Gubernur DKI yang
sekarang. Maka harus dilanjutkan periode mendatang dengan orang yang sama agar berkesinambungan. Dalam lima tahun ini sebanyak lebih dari tujuh Balai Latihan kerja disetiap wilayah DKI dengan dilengkapi fasilitas dan tenaga pengajar professional. Ini yang harus dijaga dan ditingkatkan,” jelasnya.
Sementara itu, Mantan Walikota Jakata Timur periode 2002 Andi
Mapaganti mengakui saat ini perhatian pemprov DKI terhadap pembangunan sumber daya manusia sangat tinggi. Ini terbukti dengan meningkatnya anggaran pedidikan di DKI.
“Dibanding periode saya menjabat sebagai wali kota dulu, Saat ini APBD DKI telah meningkat 2 kali lipat lebih. Saat ini APBD DKI mencapai 36 triliun rupiah lebih. Dimana sebesar 28,4 persennya untuk pendidikan,”tegas Andi.
Kondusifnya hubungan industrial membuat para pelajar bisa magang di
setiap perusahaan dan kantor pemerintahan di DKI. Hal ini, menurut
Andi Mapaganti akan meningkatkan kemampuan para pelajar dalam
menghadapi dunia kerja jika mereka lulus dari SMK ataupun perguruan
tinggi nantinya.
“Dengan adanya kemajuan SDM maka tak heran jika selalu menjadi tempat tujuan inveasi. Data BKPM menyebutkan relaisasi investasi Asing di Indonesia, DKI menempati posisi pertama sebesar 24,8 persen dari total Realisasi Investasi PMA sebesar Rp 148 triliun di seluruh Indonesia,”jelas Mapaganti.