Kamis, 2 April 2015

Antara Relaksasi dan Seks

Kamis, 22 Maret 2012 13:47

Antara Relaksasi dan Seks
shutterstock

Rasa buru-buru, penuh ketegangan, dan stres yang kerap kita alami setiap hari bakal menyabotase kehidupan seksual kita, sekaligus kesehatan dan kebahagiaan kita.

Saat stres, otak kita memproduksi hormon-hormon termasuk adrenalin yang mempercepat detak jantung sehingga otot akan berisi bahan bakar. Ini memunculkan insting untuk berlari dan berkelahi.

Tentu saja hal ini merupakan hal vital bagi leluhur kita yang pernah tinggal di goa-goa dan kerap kali membutuhkan tenaga untuk berlari atau berperang serta keluar dari bahaya yang mengintai. Tapi, stres yang kita alami sekarang ini muncul dari beragam tekanan atas gaya hidup modern yang kita jalani.

Hormon stres tinggal dalam tubuh kita. Akan membuat tubuh kita sakit, mengacaukan seluruh fungsi tubuh yang butuh bekerja santai dan rileks seperti pencernaan dan tentu saja otot-otot, pembuluh darah, dan lain-lain yang kita butuhkan untuk aktivitas seksual.

Sebab itu, tak heran kalau stres menjadi masalah utama penyebab munculnya disfungsi ereksi. Demikian juga masalah seksual lain yang kerap dialami para pria dan wanita.

Capai atau buru-buru membuat seks menjadi tidak lagi menyenangkan. Padahal, ketidakpuasan seksual akan menimbulkan stres baru dalam hidup Anda, membawa Anda pada lingkaran yang tidak membahagiakan.

Belajarlah untuk rileks. Ini akan memutus lingkaran tidak membahagiakan dan akan membawa Anda pada kebahagiaan. Kebahagiaan ada di dalam diri Anda. Tidak pada pekerjaan, pangkat, atau harta yang Anda punyai.

Halaman12
Editor: asmadi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas