• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Bangka Pos

Demokrat Senang Jika Mitra Koalisi Miliki 'Kelamin' Jelas

Rabu, 28 Maret 2012 23:59 WIB
Demokrat Senang Jika Mitra Koalisi Miliki 'Kelamin' Jelas
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/3/2012), menolak rencana kenaikan harga BBM.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat (PD) masih menunggu ketegasan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang berniat keluar dari parpol koalisi pendukung Pemerintah SBY-Boediono, lantaran beda pandangan tentang kebijakan kenaikan harga BBM.

Yang jelas, PD lebih memilih berkoalisi dengan partai yang memiliki sikap politik yang tidak mendua. Sebab, selama ini PKS menjadi bagian partai koalisi, namun berkelakuan seperti oposisi pemerintah.

"Kami sih akan senang kalau mitra koalisi jenis kelaminnya jelas, dan oposisi juga jelas," ujar Ketua DPP PD Gede Pasek Suardika, Rabu (28/3/2012).

Pasek mengaku lebih senang melihat fakta ketimbang sekadar mengomentari isyarat pengunduran diri PKS dari koalisi, yang disampaikan Luthfie Hasan Ishaaq.

Artinya, jika memang PKS tidak mau menerima risiko di pemerintahan, maka harus membuktikan dengan langkah nyata, yakni angkat kaki dari koalisi.

Ketegasan posisi politik untuk menghindari kesan bahwa PKS hanya mau ambil untung, tapi tidak mau risikonya saat menjalankan kebijakan pemerintah.

"Sebab, membenahi negara tidak selamanya boleh memikirkan keuntungan golongannya sendiri, dengan menjual-jual nama rakyat. Menjaga kepentingan rakyat dalam kehidupan global harus bersikap, bertindak komprehensif, dan jangan menjaga pencitraan golongannya semata," sindir anggota Komisi II dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Apakah penyataan Luthfie Hasan Ishaaq menjadi pertanda PKS akan menolak kenaikan harga BBM saat voting sidang paripurna?

"Saya enggak tahu. Yang tahu kan mereka. Kalau kami nebak-nebak, nanti dikira paranormal politik. Apalagi cuaca politik lebih susah diprediksi dibandingkan cuaca alam yang bisa diprediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)," selorohnya.
Editor: asmadi
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
101460 articles 12 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas